SBY Sindir Insinyur Indonesia
Kamis, 24 Mei 2007 13:46 WIB
Bandung - Presiden SBY menilai insinyur-insinyur Indonesia bersikap manja, terutama saat berkompetisi dengan tenaga asing. Sikap manja itu terlihat saat mereka meminta proteksi pada pemerintah."Saya tidak senang dengan sedikit-sedikit proteksi dan berlindung dibalik bendera nasionalisme," cetus SBY.Hal itu disampaikan dia saat berpidato dalam pembukaan rapimnas pada peringatan ke-55 Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Gedung Merdeka Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/5/2007).Menurut SBY, proteksi yang berlebihan justru merugikan kepentingan nasional dalam interaksi ekonomi global. Kompetisi global, imbuh SBY, untuk saat ini tidak dapat dihindari. Karena itu, insinyur harus menyiapkan diri berkompetisi sesuai aturan main global.SBY yakin, sebenarnya kemampuan dan kualitas hasil kerja insinyur dalam negeri tidak kalah dengan insinyur dari negara asing. Hal itu terlihat dari banyaknya tenaga ahli asal Indonesia yang masih bermukim di luar negeri. Di sana mereka menjadi penggerak kemajuan ekonomi dan industri negara yang ditinggalinya."Kita harus siap berkompetisi global. Jangan merasa tidak mampu. Rakyat menunggu kontribusi saudara-saudara memecahkan masalah yang mereka hadapi!" pungkas SBY.
(nik/umi)











































