Pasca Bentrokan, Tak Ada Lagi Pungli di Pasar Kebayoran Lama

Pasca Bentrokan, Tak Ada Lagi Pungli di Pasar Kebayoran Lama

- detikNews
Kamis, 24 Mei 2007 11:44 WIB
Jakarta - Usai bentrokan FBR-IKB yang merebutkan lahan di Pasar Kebayoran Lama, kondisi keamanan mulai kondusif. Para pedagang bahkan bersyukur karena tak ada lagi yang melakukan pungutan liar (pungli)."Sudah dua hari, Mas, nggak ada yang narik," ujar Arif (20), pedagang buah pepaya yang ditemui detikcom di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (24/5/2007).Menurut dia, biasanya dalam sehari dia harus memberikan 'uang jago' hingga Rp 10.000."Empat orang mengambil dua ribu rupiah di sore hari, dan seribu rupiah diambil masing-masing dua orang pada malam hari," imbuh Arif yang mengaku sudah berdagang selama 2 tahun di Pasar Kebayoran Lama.Menurutnya, sebenarnya pungutan itu tidak memberatkan dia, asalkan semua berjalan aman, tidak ada gangguan dan untungnya besar."Ya kalau lagi banyak pungutan sih, segitu biasa aja. Tapi kalau lagi sepi ya berat, Mas," kata Arif.Sebelum terjadi bentrokan, Arif biasanya memperoleh Rp 200.000 sehari dengan keuntungan Rp 30-50 ribu. Namun pasca bentrokan, omzetnya jeblok hingga Rp 80.000.Hal senada disampaikan Ian, penjual buah manggis. "Memang sih omzetnya turun, tapi enaknya ya nggak ada pungli lagi. Ntar juga pelanggan pada datang lagi," katanya.Keduanya mengaku masih merasa was-was, takut jika ada penyerangan lagi. Namun demikian mereka terpaksa harus jualan karena tidak ada pilihan lagi.Situasi keamanan di sekitar pasar sudah kondusif, lalu lintas normal. Pedagang sudah mulai membuka kembali usahanya. Namun terlihat beberapa pedagang buah-buahan serta minuman menutup lapaknya.Sementara 2 truk kepolisian dari Polres Metro Jaksel dengan dua peralatan anti huru-hara tampak nongkrong di pinggir Jalan Ciledug Raya. Demikian juga beberapa mobil patroli ikut berjaga-jaga.Sementara sekitar 50 aparat kepolisian tampak duduk-duduk menjaga situasi sambil memantau kondisi. 20 Petugas Satpol PP dari Pemkot Jaksel pun ikutan nimbrung. (anw/ana)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait