Febri Diansyah mengungkapkan dirinya dipanggil KPK sebagai saksi hari ini. Febri dipanggil untuk perkara kasus dugaan suap terkait proses pergantian antar waktu (PAW) Harun Masiku menjadi anggota DPR terpilih 2019-2024.
"Benar, saya diminta KPK hadir sebagai saksi untuk perkara Harun Masiku dan Donny Tri Istiqomah pada Kamis, 27 Maret 2025 pukul 10.00 WIB. Surat panggilan saya terima Rabu pagi kemarin melalui chat WA," kata Febri ketika dihubungi, Kamis (27/3/2025).
Febri mengatakan akan memenuhi panggilan tersebut. Namun dirinya hadir setelah menjalani persidangan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang merupakan salah satu terdakwa dalam kasus ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Febri sendiri memang kini menjadi pengacara dari Hasto. Hari ini Pengadilan Tipikor Jakarta akan melanjutkan persidangan Hasto.
"Namun, saya tampaknya baru bisa hadir setelah selesai persidangan Pak Hasto Kristiyanto Kamis ini. Karena saya sedang menjalankan tugas sebagai advokat dan bertanggung jawab sebagai kuasa hukum Pak Hasto di tahap persidangan yang sedang berjalan," tuturnya.
Harun Masiku telah menjadi buron KPK sejak 2020. Dia diduga menyuap Wahyu Setiawan yang saat itu menjabat Komisioner KPU RI senilai Rp 600 juta agar bisa ditetapkan sebagai anggota DPR lewat jalur penggantian antarwaktu.
Wahyu sendiri telah divonis penjara dan sudah bebas. Selain Wahyu, ada Agustiani Tio yang merupakan orang kepercayaan Wahyu serta Saeful Bahri selaku merupakan perantara suap yang telah divonis penjara dan sudah bebas.
Pada akhir 2024, KPK telah menetapkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan pengacara bernama Donny Tri Istiqomah sebagai tersangka. Hasto telah diadili dengan dakwaan merintangi penyidikan dan ikut memberi suap ke Wahyu bersama Harun Masiku.
Simak juga Video: PDIP Tambah 17 Pengacara untuk Hasto Kristiyanto, Ada Eks Jubir KPK
(ial/dek)