Indonesia Lemah Antisipasi Terjangan Tsunami
Rabu, 23 Mei 2007 19:50 WIB
Denpasar - Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan diterjang tsunami dari beberapa negara yang berada di kawasan samudera Hindia. Namun, peringatan dini terhadap gelombang tsunami dianggap masih sangat lemah. "Di Lautan Pasifik, kita menilai sudah cukup bagus. Tapi di Lautan Hindia, terasa masih kurang," kata Tim Leader Lembaga Kerjasama Teknis Jerman (GTZ) Harald Spahn dalam lokakarya "Sistem Peringatan Dini; Pengkajian Kebutuhan dan Rencana Bersama" di kantor Gubernur Bali, jalan Basuki Rahmat, Denpasar, Rabu (23/05/2007).Dengan bentuk lempengan yang gampang bergeser antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia maka di kawasan samudera Hindia sangat rentang terjadi tsunami. Indonesia secara geologis tergolong paling rawan diterjang tsunami. Spanh mengatakan peringatakan dini di kawasan sepanjang Flores, Jawa hingga Sumatera sangat diperlukan. Hal itu lantaran waktu antara terjadi gempa dengan gelombang tsunami menerjang pantai sangatlah cepat. Sementara itu, menurut konsultan GTZ Iskandar Leman, dari 425 kabupaten hanya empat wilayah di Indonesia yang memiliki sistem peringatan dini tsunami, yaitu berada di Sumatera, Jawa dan Bali. Bahkan sistem peringatan dini tsunami dari segi pengelolaan dan upaya desiminiasi tidak sempurna.Saat ini, GTZ memilih tiga wilayah proyek pengembangan mekanisme peringatan dan kesiapsiagaan tsunami, yaitu Bali, Padang dan Jawa bagian Selatan. BMG pun telah menyelesaikan 70 persen dari pembangunan 400 unit menara pendeteksi gempa bumi di seluruh Indonesia hingga 2008.
(gds/ary)











































