4 Praja IPDN Dipecat, 12 Praja Lainnya Kena Sanksi
Rabu, 23 Mei 2007 18:38 WIB
Sumedang - IPDN kembali menggelar upacara luar biasa pemberian sanksi terhadap praja yang bermasalah. Setelah sebelumnya telah memecat belasan praja, kini empat praja diberhentikan tidak hormat. Tiga di antaranya terlibat kasus narkoba. Selain itu, terdapat 12 praja lainnya yang diberi sanksi beragam dan satu praja muda mengundurkan diri. Upacara luar biasa yang dipimpin oleh Plt Rektor IPDN Johanis Kaloh tersebut dimulai pukul 14.25 WIB yang diikuti oleh ribuan praja di Lapangan Parade IPDN, Jalan Raya Jatinangor, Rabu (23/5/2007). Dari 16 praja yang dikenai sanksi tersebut, tiga Nindya Praja atau tingkat 3 dipecat karena telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pemakaian narkoba. Kini kasus mereka sedang ditangani Polda Jabar. Ketiganya telah ditahan di Polda Jabar. Mereka adalah Lan Maulana Yusuf, M Lazuardi, dan Rizaldo Yan Sastra. Dalam SK pemecatan yang dibacakan, mereka bertiga selain harus mengembalikan atribut yang diberikan oleh IPDN juga harus mengganti uang yang telah dikeluarkan negara berkisar Rp 13,8 juta hingga Rp 13,9 juta. Selain mereka, satu Muda Praja Riskan Kautsar juga diberhentikan tidak hormat dan harus mengembalikan uang sebesar Rp 3,5 juta. Sementara 12 praja lainnya yang dikenai sanksi berupa penurunan pangkat dalam kurun waktu tertentu, pencabutan hak pesiar, penurunan nilai kepribadian, serta pembuatan resume dari beberapa buku. 5 dari 12 praja tersebut terlibat dalam penganiayaan beberapa waktu lalu yang melibatkan ketua barak Jabar yaitu Muda Praja Romanus. Sementara empat muda praja lainnya kuat dugaan adalah praja yang kepergok merokok dan dipukul oleh Romanus. Kasus ini kini ditangani Polres Sumedang. "Pelanggaran yang mereka lakukan d iantaranya berupa perkelahian dan juga meninggalkan kampus tanpa izin," ujar Kaloh kepada wartawan usai upacara luar biasa.Tidak seperti upacara sebelumnya, ada kejadian istimewa dalam upacara kali ini. Sebelum upacara digelar, protokoler memanggil tujuh praja untuk berkumpul di sekitar meja protokoler. Saat Kaloh akan memberi sambutan, dia lalu memanggil tujuh praja tersebut untuk berbaris di hadapan ribuan praja. "Mereka adalah para praja yang kemarin ikut bertemu komisi II DPR. Saya ingin mereka menceritakan pada saudara mengenai suasana pertemuan kemarin," tuturnya. Kemudian satu persatu tujuh praja tersebut berbicara. Pada intinya mereka menceritakan bagaimana sikap dewan yang masih menyangsikan akan ada perubahan secara fundamental di lingkungan IPDN. Kampus kedinasan tersebut kini sudah dipandang sebelah mata dan berada di ujung tanduk. "Ini tantangan buat kita. Saya secara pribadi siap menerima tantangan ini. Mari kita sama-sama berubah. Bagi teman-teman yang tidak sanggup mematuhi aturan, sebaiknya dari sekarang mengundurkan diri saja," tegas Khusnul, Wasana Praja.
(ern/asy)











































