PRT Tewas Dianiaya Majikan yang Sakit Jiwa
Rabu, 23 Mei 2007 18:18 WIB
Jakarta - Malang benar nasib Irma. Nyawa PRT berusia 17 tahun itu melayang di tangan majikannya. Majikan Irma diduga mengalami gangguan jiwa.Irma tewas Selasa 22 Mei 2007 stelah dianiaya majikannya, pasutri Boyke dan Erni.Pasutri ini tinggal di Jl Tamansari V, Kompleks Perumahan Jatinegara Baru, Jakarta Timur. Irma tewas saat dibawa ke RSCM pada 22 Mei 2007. Tidak lama setelah tewas, petugs mengotopsi jasad Irma.Menurut kesaksian para tetangganya, peristiwa itu diduga terjadi Selasa sore. Namun tidak satu pun tetangga yang mendengar ribut-ribut terkait penganiayaan itu."Kita tidak tahu. Tahu-tahu ada polisi datang mengamankan lokasi untuk memberitahu Irma tewas dalam perjalanan ke RS," ujar tetangga pasutri Boyke dan Erni, yang menolak disebutkan namanya di TKP kepada detikcom, Rabu (23/5/2007).Polisi, menurutnya, langsung memasang police line di halaman depan rumah pasutri tersebut. Sedangkan penghuninya disinyalir berada di kantor Polsek Cakung, Jakarta Timur.Menurut mahasiswi salah satu perguruan tinggi yang tinggal di depan rumah Boyke itu, penganiyaan yang terjadi di rumah itu bukan kali pertama kalinya dan tidak hanya menimpa Irma. Setahun yang lalu, kata dia, juga pernah terjadi penganiayaan terhadap PRT lainnya."Pembantu itu disiram air panas dan majikannya sempat ditahan oleh polisi selama 2 bulan di Polsek Cakung tanpa ada pross pengadilan," terang mahasiswi berambut panjang itu. Menurut dia, pasutri itu juga dikenal tidak akur dengan tetangga. "Semua tetangga dimusuhi olehnya. Kalau jalan para tetangga suka diludahi dan diajak berantem. Bahkan, tanaman tetangga disiram minyak tanah," beber dia.Sejak penganiayaan yang menimpa PRT pertama yang diketahui hampir seluruh tetangga itu, rumah Erni pun dipasangi peredam suara."Mungkin maksudnya supaya penganiayaan yang dilakukan mereka tidak terdengar oleh tetangga lagi," pungkas mahasiswi berusia 19 tahun itu.
(nik/umi)











































