Polisi Tembak Polisi
Agung: Polri Harus Introspeksi
Rabu, 23 Mei 2007 11:42 WIB
Jakarta - Ketua DPR Agung Laksono sangat menyesali tragedi penembakan di Polres Merauke, Papua yang dilakukan mantan Kasatlantas AKP Rony Pasaribu kepada mantan anak buahnya, Briptu Hidayat.Kondisi ini menunjukkan masih adanya persoalan mendasar di tubuh Polri yang harus dibenahi."Kita sangat menyayangkan, polisi harus lebih memperketat penggunaan senjata dengan tes psikologis yang rutin atau yang lain," kata Agung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/5/2007).Agung berharap kejadian itu tidak hanya dijadikan catatan dalam laporan saja, namun betul-betul dijadikan bahan evaluasi secara menyeluruh dan mendasar untuk sistem pembinaan di tubuh aparat berbaju coklat ini."Ini perlu didalami sehingga kasus-kasus serupa tidak terulang lagi, sekaligus dijadikan bahan introspeksi Polri," tegas dia.Namun, menurut Agung, wacana pencabutan senjata dari tubuh Polri tidak baik diteruskan, karena tanpa senjata, tugas pengamanan Polri akan sangat terhambat."Kalau tidak bawa senjata, kalau ada penjahat bagaimana, bisa mati nanti," selorohnya.
(umi/sss)











































