Ratusan Pemulung Mengais Sisa Kebakaran di Tambora
Rabu, 23 Mei 2007 11:00 WIB
Jakarta - Sekitar 300 pemulung sibuk mengais-ngais besi-besi sisa kebakaran di Kelurahan Duripulo dan Kelurahan Duriselatan, Tambora, Jakarta Barat. Sementara 2.084 jiwa masih tinggal di pengungsian.Besi-besi itu ditumpuk dan diangkut dengan karung-karung dan gerobak."Dari semalam pemulung sudah berdatangan. Yang namanya orang-orang gini, kita ngalah saja," kata seorang warga, Rabu (23/5/2007).Warga masih berkerumun di gang-gang menatap rumah-rumah mereka yang telah hangus terbakar.Camat Tambora Rudi Ikhwan mengatakan kebakaran diduga akibat arus pendek."Sementara ini api diduga dari arus pendek. Kita sebenarnya sudah menyarankan masyarakat untuk menggunakan kabel standar PLN. Memang itu mahal, ya yang namanya masyarakat, yang penting nyambung saja. Kita tidak bisa mengawasi seluruhnya," kata Rudi saat meninjau lokasi kebakaran.Menurut dia, api membakar pemukiman di 6 RT di RW 5. Sekitar 2.084 jiwa terpaksa mengungsi di aula Duriselatan, Masjid Al Mutakin, Gereja Damai, dan sekolah Kristen Damai."Kerugian belum bisa ditafsirkan," ujarnya.
(aan/sss)











































