Tak Ada Uang, Balita 'Disandera' di RS Islam Surabaya
Selasa, 22 Mei 2007 17:43 WIB
Jakarta - Ibu muda yang baru melahirkan bayinya, Mirsa (28) pada Sabtu (28/4/2007) harus menahan rindu terhadap anaknya yang baru berusia 25 hari. Anak pertama yang belum sempat diberi nama tersebut, tidak boleh dibawa pulang dari RS Islam Jl Achmad Yani Surabaya, lantaran istri dari Bambang Kusbiantoro tidak memiliki uang untuk menebus anaknya."Mereka bilang saya harus punya uang Rp 1 juta baru bisa membawa anak sayapulang," kata Mirsa kepada wartawan saat berada di rumah tetangganya di kawasan Jl Wonorejo Kidul Surabaya, Selasa (22/5/2007).Mirsa mengaku sudah membawa uang Rp 1 juta pada 8 Mei 2007 lalu untuk menebus anaknya. Rupanya, saat di depan petugas administrasi terjadi pembengkakkan biaya. Pembengkakkan tersebut menjadi Rp 2,1 juta. Mirsa pun kaget dan bingung untuk mendapatkan uang lagi. Pasalnya, ia sudah meminjam ke teman dan tetangga-tetangganya."Ternyata biaya perawatan anak saya terus dihitung selama di rumah sakit.Saya dan suami akhirnya menghadap ke Direksi RS Islam dan memintakeringanan agar bisa mengangsur biaya yang saat ini sudah membengkak,"jelasnya.Pihak RS, lanjut Mirsa, tidak bisa mengabulkan biaya angsuran sesuai keinginannya. Mirna dan suaminya bisa mengambil anaknya dengan syarat membawa uang Rp 1 juta. Setelah itu sisanya, Rp 1,1 juta diangsur sesuai kesepakatan dari pihak RS dan memberhentikan biaya perawatan sejak Senin (21/5/2007) kemarin."Saya dan suami kebingungan mencari uang seperti yang disyaratkan oleh pihak RS. Tapi, apapun akan kita dapatkan uang itu agar anak saya bisa mendapatkan ASI," tambahnya.
(gik/asy)











































