Libanon Memanas, RI Tak Akan Tarik Pasukan Perdamaian
Selasa, 22 Mei 2007 16:23 WIB
Jakarta - Situasi di Libanon kembali memanas. Meski begitu, pemerintah Indonesia tidak berniat menarik pasukan perdamaiannya."Tidak, kita tetap konsisten bahwa pasukan kita di sana di bawah payung resolusi DK PBB 1701," ujar Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal di Kantor Presiden, Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (22/5/2007).Dijelaskan Dino, kontingen Garuda XXIII memiliki mandat dan masa waktu yang jelas. Pasukan akan melaksanakan kewajiban di Libanon sesuai ketentuan. "Tidak akan ada perubahan," ujarnya.Ditambahkan Dino, Presiden SBY merasa concern terhadap konflik yang kembali memanas di Libanon. "Presiden berharap konflik yang timbul belakangan ini tidak menjalar dan meletus lagi menjadi perang saudara," kata Dino.PM Libanon Tetap DatangSementara itu rencana kedatangan PM Libanon Fuad Siniora pada 25 Mei tidak ada perubahan. Menurut Dino, hingga hari ini belum ada perubahan jadwal."Kita sudah mengecek ke duta besar Libanon di Jakarta dan kedutaan kita di Beirut, belum ada perubahan. Walaupun kita tahu suasanya sedang panas dan terjadi kekerasan," kata Dino.Selama berada di Indonesia, PM Libanon dijadwalkan bertemu Presiden SBY pada 25 Mei di Istana Merdeka. Pukul 15.00 WIB, PM Libanon akan menyampaikan pidato politik di Hotel Shangri-La Jakarta."Dia akan menyampaikan permasalahan mengenai konflik di Libanon dan pandangannya mengenai konflik di Timur Tengah serta komentarnya atas peran Indonesia di Libanon," tandas Dino.
(ken/sss)











































