Pemda Kepri Tak Diberitahu Latihan Militer RI-Singapura
Selasa, 22 Mei 2007 14:39 WIB
Pekanbaru - Wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) direncanakan akan dijadikan tempat lahitan militer RI dan Singapura. Tapi pemerintah daerah merasa belum pernah diberitahukan secara resmi. "Pemberitahuan secara resmi belum pernah kita terima. Kita hanya tahu dari pemberitaan media massa. Sampai saat ini kita belum pernah menerima surat pemberitahuan dari Pemerintah Pusat," kata Wakil Ketua DPRD Kepri, J Nadeak, SH dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (22/5/2007). Menurutnya, sebelum latihan militer ini dilaksanakan, mestinya surat pemberitahun perlu segara disampaikan ke Pemprov Kepri. Hal itu dimungkinkan, agar pemerintah daerah bersama legislatif dapat segara melakukan sosialisasi kepada masyarakat. "Sekarang bagaimana kita mau melakasanakan sosialisasi ke masyarakat, kalau kita sendiri belum tahu pasti di lokasi mana akan diadakan latihan militer itu. Sosialisasi ini perlu kita laksanakan kepada masyarakat khususnya kepada masyarakat yang hidup sebagai nelayan," terang Nadeak. Sebab, bila latihan militer nantinya berada zona kelautan Kepri, maka masyarakat nelayan harus mengetahui jadwal latihan yang dimaksud. Dengan demikian, ketika tengah dilakukan latihan milter para nelayan tidak berada di jalur yang berbahaya. "Jika memang latihan militer itu berada di areal laut, tentunya kita akan memberitahukan kepada masyarakat nelayan. Para nelayan perlu mengetahui hal itu agar saat latihan dilaksanakan, mereka tidak mencari ikan di zona yang dijadikan basis latihan bersama itu. Kalau hal itu tidak kita beritahukan, nanti malah dapat menimbulkan masalah baru," kata Nadeak.Pada prinsipnya, kata Nadeak, pihaknya mendukung sepenuhnya adanya kerjasama militer antara Pemerintah Indonesia dengan Singapura. Bila memang pemerintah pusat menilai latihan militer bersama nantinya berguna untuk ketahanan negara, pihaknya juga mendukung langkah tersebut."Pada prinsipnya jika latihan militer dipandang perlu bagi negara, kami siap mendukungnya. Kendati demikian, kami selaku pemerintah daerah juga perlu diberitahukan zona-zona mana yang nantinya akan dijadikan tempat latihan militer itu. Sejuah ini kita belum tahu pasti dimana lokasi latihan militer itu," kata Nadeak.
(cha/djo)











































