Jika Cagub DKI Cuma Dua, Golput Bisa 60 Persen

Jika Cagub DKI Cuma Dua, Golput Bisa 60 Persen

- detikNews
Senin, 21 Mei 2007 21:50 WIB
Jakarta - Menjelang pelaksanaan pilkada DKI Jakarta bulan Agustus mendatang, baru dua pasang cagub dan cawagub yang memastikan akan bertarung. Jika cagub hanya dua, jumlah warga ibukota yang tidak memilih alias golongan putih (golput) akan mencapai 60 persen. Demikian analisa yang disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indo Barometer Muhammad Qodari dalam diskusi publik "Menggagas Pembaruan Jakarta Melalui Pilkada" yang digagas Jakarta Monitoring di JMC, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (21/5/2007)."Partisipasi akan menjadi rendah kalau calonnya hanya dua pasang. Prediksi saya jumlahnya hanya 40-45 persen," sebut Qodari.Dijelaskan dia, rata-rata tingkat partisipasi masyarakat dalam pilkada yang telah dilaksanakan di berbagai daerah hanya sekitar 70 persen. Bahkan di beberapa kota besar seperti Surabaya, Pontianak, dan Balikpapan lebih rendah lagi."Kalau di kota-kota besar partisipasi paling tinggi hanya 50 persen saja," imbuh Qodari.Qodari mencontohkan, ketika pemilihan presiden putaran kedua digelar, banyak pemilih yang memutuskan tidak datang ke TPS karena calon yang mereka dukung tersingkir. Hal yang sama dikhawatirkan akan terjadi, jika hanya dua pasang calon gubernur saja yang ikut pilkada DKI. "Dua calon nggak seru," seloroh Qodari.Sementara itu, tokoh masyarakat Betawi Ridwan Saidi yang juga menjadi pembicara menegaskan, gelaran pilkada DKI mendatang hanya menjadi semacam arisan dengan peserta partai-partai politik."Ya tujuannya untuk bagi-bagi kekuasaan," cetus Ridwan.Baik Ridwan dan Qodari sepakat, harus ada calon alternatif minimal satu pasangan lagi untuk meningkatkan animo pemilih, terutama para pendukung bakal cagub yang belum memastikan tiketnya dalam pilkada. Jika jalur melalui pintu partai politik sudah tertutup, Qodari mengusulkan adanya calon independen seperti dalam pilkada NAD. Namun hal itu harus dilakukan dengan mengubah UU 34/1999."Sekarang UU-nya kan sedang direvisi, tapi sepertinya arahnya bukan ke situ," pungkas Qodari. (bal/aba)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads