SBY: Hati-hati Bertutur Kata, Jangan Fitnah

SBY: Hati-hati Bertutur Kata, Jangan Fitnah

- detikNews
Senin, 21 Mei 2007 17:48 WIB
Jakarta - Aksi seorang tokoh politik nasional yang mengajukan gugatan hukum atas tokoh politik lain dengan tuduhan pencemaran nama baik belakangan ini, rupanya dapat perhatian Presiden SBY.Ia pun mengingatkan para pemimpin, tokoh dan siapa pun juga agar berhati-hati dalam bertutur kata. Jangan sampai mereka secara tidak sadar malah mengembangkan budaya fitnah di Tanah Air."Menuduh orang sembarangan, dosanya luar biasa. Fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Belum lagi kalau yang difitnah karena mencemarkan nama baik itu menuntut balik ke pengadilan. Jadi seperti apa negeri kita ini? Harusnya damai, bukannya malah tuntut-menuntut," ujar SBY.Pernyataan SBY ini merupakan bagian dari sambutan pembukaan rapat kerja Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta. Acara ini dihadiri seratusan kiai pengelola pondok pesantren di bawah naungan NU se-Indonesia.SBY mengajak para kiai menjadi motor pengarah gaya hidup akhlak umat Islam di Tanag Air dalam derasnya perubahan nilai-nilai budaya. Yaitu menggunakan hak kebebasan secara bertanggung jawab dan tidak mengejar hanya kesenangan duniawi."Demokrasi harus mekar, kebebasan harus hadir di negeri ini. Tapi kebebasan yang bertanggung jawab dengan akhlak baik yang bikin teduh. Kalau ada kelebihan, tolong bantu kaum dhuafa, jangan dihabiskan untuk kesenangan duniawi," ujar SBY. (lh/sss)


Berita Terkait