Kalla Tolak Wartawan Lokal Ikuti Jumpa Pers Neraca Gas
Senin, 21 Mei 2007 17:32 WIB
Jakarta - Belasan wartawan terpaksa gigit jari saat niatnya untuk meliput jumpa pers Wapres Jusuf Kalla seputar kebutuhan gas nasional 2007-2015 ditolak. Hanya wartawan Jepang yang diperbolehkan masuk.Kalla dijadwalkan akan menggelar jumpa pers setelah sekitar 25 wartawan mendapatkan paparan dari Menneg ESDM Purnomo Yusgiantoro seputar kebutuhan gas nasional 2007-2015."Habis ini Wapres mau ngomong, mungkin mengenai jumlah yang akan diekspor, mungkin Wapres akan bicara," kata Purnomo menutup pembicaraan saat jumpa pers di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/5/2007) pukul 17.10 WIB.Mendapat informasi itu, wartawan langsung menuju ruang tempat Kalla biasa menggelar jumpa pers."Yang boleh ikut itu wartawan Jepang karena ini untuk kepentingan kunjungan Wapres ke Jepang. Lagian wartawan Jepang sudah minta janji lama," kata seorang Humas Wapres.Wartawan lokal langsung memprotes. "Gimana ini, masa wartawan lokal tidak boleh masuk, kan ini untuk kepentingan masyarakat Indonesia, masa yang dapat wartawan luar negeri," protes seorang wartawan.Sedangkan sekitar 10 wartawan Jepang langsung masuk ke ruangan. Sementara 15 wartawan tetap menunggu jumpa pers berlangsung.Namun beberapa saat kemudian, Humas Wapres menghampiri wartawan dan meminta hanya 1 perwakilan wartawan lokal saja yang masuk untuk meliput.Tapi gantian wartawan lokal menolaknya. "Kalau kayak begitu sih nggak usah masuk saja, ngapain masuk," tolak wartawan lokal.Hingga pukul 17.20 WIB, jumpa pers masih berlangsung.
(aan/sss)











































