Istana Akui Masih Ada PR Reformasi
Senin, 21 Mei 2007 16:35 WIB
Jakarta - Pihak Istana Kepresidenan membantah tudingan bila Pemerintahan SBY-JK gagal menjalankan reformasi. Tapi diakui masih ada agenda yang sampai sekarang masih menjadi pekerjaan rumah (PR)."Alhamdulillah sejauh ini agenda-agenda reformasi terus dijalankan secara konsisten oleh Presiden SBY. Sudah banyak yang dilakukan dan kondisi jadi lebih baik, tapi juga masih ada yang jadi PR sampai sekarang," kata Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng.Hal tersebut ia sampaikan saat menjawab pertanyaan wartawan yang mencegatnya usai acara pembukaan rapat kerja Rabithah Ma'ahid Islamiyah PBNU oleh Presiden SBY di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta (21/5/2007).Mallarangeng menyebut pengusutan tuntas kasus tewasnya Munir merupakan salah satu agenda utama reformasi yang menjadi prioritas pemerintah ke depan. Demikian juga dengan pengungkapan tragedi Trisakti, Semanggi I dan II."Itu yang masih tersisa yang terus kita jalankan penuntasannya ke depan," ujarnya.Sebelumnya Mallarangeng menyebutkan sederet agenda reformasi yang dijalankan selama hampir 3 tahun terakhir. Mulai reformasi konstitusi, birokrasi, peningkatan kesejahteraan PNS, iklim ekonomi, hubungan TNI/Polri dan penguatan lembaga negara.Sementara di bidang hukum, pemberantasan korupsi demi mewujudkan pemerintahan yang bersih merupakan prioritas utama Pemerintahan SBY-JK. Perbedaan mencolok dibanding era pemerintahan sebelumnya adalah tidak ada lagi pejabat negara yang kini kebal terhadap hukum."Korupsi masa lalu juga tidak mudah diungkap. Tapi yang akan terjadi pasti kita cegah, dan yang sedang berlangsung jelas kita berantas karena merugikan negara," tandasnya.
(lh/sss)











































