Reformasi Ala SBY-JK Kehilangan Arah

Reformasi Ala SBY-JK Kehilangan Arah

- detikNews
Senin, 21 Mei 2007 15:00 WIB
Jakarta - Berbagai elit politik menilai reformasi yang sudah berumur 9 tahun belum membawa kesejahteraan bagi bangsa Indonesia. Reformasi ala pemerintahan SBY-JK pun dinilai kebablasan, kehilangan arah dan momentum."Reformasi telah kehilangan momentum dan cenderung kebablasan. Karena itu harus segera dikembalikan ke tujuan awalnya. Kalau tidak, kita akan gagal membangun Indonesia baru,"ujar Ketua PP Muhammdiyah Din Syamsuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/5/2007).Menurut Din, SBY-JK harus segera meluruskan reformasi, yakni meningkatkan kesejahteraan jika tidak ingin bangsa ini semakin hancur.Ketua FPAN Zulkifli Hasan menilai, perjalanan reformasi dinilai berjalan lamban. Bidang ekonomi, hukum dan peningkatan kesejahteraan juga belum dirasakan oleh masyarakat."Di bidang ekonomi masih tidak dirasakan adanya perbaikan. Di bidang hukum yang kecil-kecil saja. Yang besar seperti BLBI tidak tersentuh. Lebih banyak yang miskin, karena itu reformasi perlu percepatan," cetus Zulkifli.Ketua DPR Agung Laksono meminta SBY-JK yang terpilih secara langsung mempercepat langkah perwujudan kesejahteraan rakyat."Meskipun telah berjalan 9 tahun sesudah reformasi, kemiskinan tetap bertambah. Karena itu harus ada berbagai upaya untuk menyelesaikan itu semua," pinta Agung.Ketua MPR Hidayat Nurwahid menyatakan, meskipun banyak kekurangan di sana-sini bukan berarti amanat reformasi 1998 telah pupus. Karena itu diperlukan keseriusan pemerintah untuk mewujudkan amanat tersebut."Agenda dasar reformasi masih sangat relevan untuk tetap dijalankan saat ini. Jadi harus lebih serius," harap Hidayat. (nik/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads