Keluarga Haji Juhri Diancam Diculik
Senin, 21 Mei 2007 08:10 WIB
Jakarta - Intimidasi mulai terjadi di Meruya Selatan. Ancaman penculikan dan penyiksaan dialamatkan ke keluarga Haji Juhri. Haji Juhri adalah broker pembebasan lahan Meruya Selatan pada 1970-an."Dia menghubungi saya tadi malam sekitar jam 23.00 WIB. Katanya anaknya mau diculik," kata Sekretaris Forum Warga Meruya Selatan Johannes Sandjaja saat dihubungi detikcom, Senin (21/5/2007).Menurut Johannes, keluarga akan melaporkan kejadian itu ke polisi siang ini. Sejumlah warga juga telah dikerahkan untuk melakukan pengamanan terhadap kediaman Haji Juhri yang terletak di RW 08, Kelurahan Meruya.Sengketa tanah itu bermuara dari ulah Haji Juhri pada 1972. Saat ini, Haji Juhri dikenal sebagai mandor dan jagoan di daerah tersebut.Ketika itu, Haji Juhri bertindak sebagai broker pembebasan lahan. Haji Juhri mengumpulkan girik-girik tanah milik warga. Namun, sebagian besar warga saat itu ada yang belum menerima pembayaran secara lunas, bahkan sepeser pun. Kemungkinan besar sengketa tersebut muncul karena saat Haji Juhri menjadi perantara tidak memberikan data yang benar.Akibat kejadian itu, banyak warga yang tidak memiliki girik hingga saat ini. Soalnya, telah diserahkan saat pembebasan pada tahun 1972. Memang, persoalan ketidaksesuaian sempat menjadi perkara di pengadilan.Berdasarkan penuturan warga, Haji Juhri sempat mendekam di hotel prodeo selama 1,5 tahun.
(nal/umi)











































