SBY Prihatin Lihat Bendera Lusuh Tetap Berkibar
Minggu, 20 Mei 2007 19:22 WIB
Jakarta - Bendera Merah Putih Bendera tanah airkuGagah dan jernih tampak warnamuBerkibarlah di langit yang biru...Begitulah lirik lagu yang Bendera Merah Putih ciptaan Ibu Sud. Namun warna merah dan putih dalam syair lagu itu tak terlihat di bendera yang berkibar di SDN Karang Tengah I, Sentul, Kabupaten Bogor.Hanya bendera lusuh dengan warna merah yang memudar dan warna putihnya yang kusam terlihat. Hal ini membuat Presiden SBY gusar. SBY pun meminta agar bendera itu segera diganti."Bendera yang di atas itu, tolonglah diganti," pinta SBY spontan setelah tertegun sejenak melihat bendera lusuh tersebut, Minggu (20/5/2007).Kepala Sekolah SDN I Karang Tengah I, Andreas Wasio, tidak menduga jika bendera itu tidak luput dari pandangan SBY. Ternyata dia punya alasan dikibarkannya bendera yang lusuh."Sengaja dipasang yang jelek biar tidak diambil orang Pak. Bendera yang bagus untuk upacara hari Senin," jelas Andreas sambil tersenyum. Presiden SBY rupanya dapat memahami alasan itu. Namun, dia meminta agar bendera yang dikibarkan setiap hari adalah bendera yang baik kondisinya. "Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, harus bendera yang bagus," ujarnya sambil tertawa dan merangkul pundak Andreas.Kondisi sekolah yang ditinjau SBY, tak jauh beda dengan bendera yang lusuh. Meski sekilas fisik bagunan terlihat baik, tapi interiornya tidak demikian. Selain cat sudah mulai kusam dan mengelupas, dindingnya retak-retak. Bahkan plafon di seluruhruangan banyak yang ambrol.Ventilasi pun dirasa masih kurang. Ukuran kelas juga tidak sebanding dengan jumlah murid yang belajar disana. Bangunan sekolah hanya memiliki 6 kelas, padahal sekolah ini memiliki 463 orang murid.Melihat pemandangan seperti ini, SBY meminta Kepala Sekolah untuk segera mengirim rencana renovasi gedung sekolah yang ditujukan langsung ke dirinya dan Mendiknas.Bila renovasi telah selesai, Presiden berpesan agar warga bersama-sama menjaga dan merawatnya."Satu bangku diisi 4 orang tentu tidak nyaman buat belajar, kalau luas lahan yang jadi kendala. Kita bangun dua tingkat. Pilih kontraktor yang baik ya,"pesan SBY.Dalam kunjungan SBY kali ini, hanya belasan siswa-siswi yang nampak. Kepala sekolah dan guru pun berusaha mengumpulkan murid-muridnya, tapi karena libur hanya sedikit yang hadir. Mereka pun tak sempat mengenakan seragam, bahkan sebagian besar mereka tidak tahu alasan guru memanggil.Guru-guru memanggil mereka saat mereka sedang bermain. Siswa TK kelas A pun ikut duduk di bangku kelas V bersama 10 anak lainnya.
(mly/bal)











































