Bambang DH 'Diutak-atik', PDIP Surabaya Ancam Kerahkan Massa
Minggu, 20 Mei 2007 13:12 WIB
Surabaya - Pengusutan dugaan korupsi di Pemerintahan Kota (Pemkot) Surabaya oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) membuat gerah PDI Perjuangan. Mereka mengancam akan mengerahkan massa jika pemerintahan yang dipimpin Walikota Surabaya Bambang DH sengaja dibidiki demi kepentingan politik tertentu."Bambang DH notabene representasi PDIP di pemerintahah. Kita tidak ingin kinerja pemerintahan yang dipimpin beliau terganggu," kata Ketua DPC PDI P Kota Surabaya Saleh Ismail Mukadar usai apel kesetiaan politik tebang pilih di lapangan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Minggu (20/5/2007).Bambang DH kata Saleh, sudah melakukan pekerjaannya secara serius dan bertanggungjawab. Bahkan apa yang telah dilakukan Walikota Surabaya dicontoh banyak orang. Salah satu perubahan yang telah dilakukan adalah penerapan lelang terbuka melalui internet.Menurut Saleh, tuduhan korupsi terhadap Pemerintahan Bambang DH dianggapnya terlalu aneh. Pihaknya menduga ada skenario besar di balik kedok pemeberantasan korupsi yang dilakukan oleh Kejari Surabaya."Kita setuju pemberantasan korupsi, tapi kita tidak setuju dengan pemberantasan tebang pilih, serta pemberantasan korupsi untuk pemberangusan lawan-lawan politik," ungkap saleh dengan nada tinggi.Dalam maklumat perjuangan DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya yang dibacakan Saleh Ismail Mukadar di hadapan sekitar seribu kader, PDIP menduga ada skenario besar di balik pemberatasan korupsi di pemerintahan surabaya.Aparat kejaksaan dengan sangat jitu telah memperburuk citra partai politik dengan penarikan kasus kesalahan administratif pemerintahan ke ranah tindak pidana korupsi. Langkah ini tidak lain untuk membunuh partai-partai politik.Untuk itu PDIP akan tegas membela mati-matian Pemerintah Kota Surabaya di bawah pimpinan Bambang DH-Arif Afandi. "Jika kader kita berhasil dijatuhkan maka akan terjadi pembunuhan karakter yang luar biasa," tegas Saleh.
(bdh/gik)











































