Gagal ke Irak, Pangeran Harry Incar Afghanistan
Minggu, 20 Mei 2007 10:45 WIB
London - Ditolak ikut bergabung dengan pasukan Inggris di Irak tidak mengakhiri semangat bertempur Pangeran Harry. Putra bungsu Pangeran Charles itu banting setir melirik Afghanistan.Kecewa. Begitu yang dirasakan Pangeran Harry saat dirinya ditolak ikut berperang di Irak. Hanya semangat untuk mengabdi pada negaranya yang membuat adik Pangeran Williams itu tidak memadamkan karir militernya."Satu alasan mengapa Harry tidak berhenti jadi tentara. Dia pernah mengatakan impiannya untuk melayani negaranya tetap menyala," kata seorang temannya kepada Newsoftheworld.Dilansir dari AFP, Minggu (20/5/2007),menurut sumber di militer Inggris, Harry akan dikirim ke Afghanistan untuk bergabung dengan pasukan NATO untuk mengganti kegagalannya berangkat ke Irak."Keberangkatan Harry akan dirahasiakan. Dia akan menghilang. Akan dibuat banyak pilihan untuk mencegah orang mencari tahu," kata sumber tersebut.Pilihan Harry bergabung dengan pasukan NATO dianggap lebih aman ketimbang dia dikirim ke Irak. Kendati begitu, pemerintah Inggris masih memikirkan bagaimana cara agar pejuang Taliban tidak berhasil melacak lokasi penempatan pangeran yang suka berulah itu."Harry kemungkinan akan dipekerjakan sebagai pengawas muda, kemungkinan bekerja di malam hari," ujar sumber tersebut.Kapan cucu Ratu Elizabeth itu akan dikirim ke Afghanistan? Kemungkinan sebelum Natal 2008.
(ana/ndr)











































