Seluruh Korban Longsor Tebing di Sragen Berhasil Dievakuasi

Seluruh Korban Longsor Tebing di Sragen Berhasil Dievakuasi

- detikNews
Sabtu, 19 Mei 2007 17:43 WIB
Sragen - Seluruh korban akibat longsor tebing di Sragen berhasil dievakuasi. Tiga pekerja penggali batu di tebing itu tewas saat ditemukan oleh tim SAR. Sedangkan tiga orang lainnya yang dipastikan selamat, dua orang mengalami luka ringan dan seorang pekerja lainnya patah tulang tangan.Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi longsor pada sebuah tebing tambang batu kuning di Desa Sendangboto, Miri, Sragen, Sabtu (19/5/2007) pukul 12.00 WIB. Tambang batu untuk bahan bangunan tersebut dilakukan oleh warga setempat.Korban meninggal adalah Parno dan Paiman (keduanya warga Desa Miri, Kecamatan Miri, Sragen) serta Paryono (warga Desa Brojol, Kecamatan Miri, Sragen). Jenazah Paiman yang tertimbun runtuhan tebing ditemukan Tim SAR paling akhir sekitar pukul 15.45 WIB.Para korban selamat adalah Suwandi dan Sutarman yang hanya mengalami luka lecet di bagian kaki. Sedangkan Wagirin yang tertimbun tanah dan batu hingga lehernya berhasil diselamatkan dan mengalami patah tulang tangan kanan. Dia langsung dilarikan ke RS Yakksi, Gemolong, Sragen.Salah satu korban selamat, Sutarman, mengatakan, saat kejadian dia beserta teman-temannya tidak menghentikan kegiatan penambangan batu. Padahal biasanya pada pukul 12.00 WIB, mereka menghentikan penambangan untuk istirahat dan makan siang."Saat ini sedang kekurangan batu untuk pondasi, banyak permintaan padahal batu yang tersedia sangat sedikit. Kami berusaha mendapat hasil batu yang lebih banyak dari biasanya," ujar Sutarman.Tepat pada pukul 12.00 WIB itu, Sutarman melihat tanda-tanda akan terjadi longsoran berupa rekahan dan batu-batu kecil yang lepas. Tak lama setelah itu, longsoran material dalam jumlah besar terjadi. "Saya dan Suwandi berhasil lari menjauhi longsoran. Meskipun kaki saya terhantam batu namun berhasil lolos dari timbunan," lanjutnya.Nasib berbeda terjadi Parno, Paiman, Paryono dan Wagirin. Keempatnya tidak sempat lagi lari dan langsung tertimbun. Wagirin yang tertimbug hingga sebatas leher masih mampu berteriak minta tolong. Sedangkan tiga yang lainnya tertibun seluruh badan dan tertimpa batu-batu ukuran besar.Dari pantauan detikcom di lokasi, bagian depan atas tebing tambang itu lepas dan terpisah sekitar 10 meter dari badan tebing. Tinggi tebing lebih dari 20 meter. Bagian yang lepas dan masih itu itu terbagi dalam beberapa gundukan setinggi lebih dari 5 meter. Sedangkan bagian tengah dan bawah menjadi longsoran.Menurut warga setempat, kecelakaan serupa juga pernah terjadi tahun 1999 lalu dengan menelan dua korban tewas. Tambang warga tersebut dikelola secara tradisional oleh warga dengan menggunakan alat tradisional dan memang menjadi mata pencaharian warga sekitar. (mbr/asy)


Berita Terkait