Trauma Gelombang Susulan, Warga Pesisir Blitar Mengungsi
Sabtu, 19 Mei 2007 12:29 WIB
Blitar - Sekitar 20 rumah di pesisir laut di Desa Serang, Kecamatan Panggung Rejo, Blitar, Jawa Timur kosong ditinggal penghuninya. Warga setempat mengungsi, karena khawatir terjadi gelombang air pasang susulan. Hanya saja, untuk mengantisipasi pencurian, sejumlah pria kembali ke rumah untuk menjaga perabotannya. Sementara ibu-ibu dan anak-anak sudah diungsikan di lapangan Pesanggrahan."Cara ini dilakukan karena ada instruksi dari BMG untuk waspada adanya gelombang tinggi lagi yang menyebabkan air masuk ke daratan," kata Kepala Kesbang Linmas Kabupaten Blitar Ali Santoso kepada detikcom, Sabtu (19/5/2007).Dia menambahkan, dalam 3 hari mendatang, warga yang memiliki rumah di bibir pantai Desa Tambakrejo dan Desa Serang untuk sementara mengungsi terlebih dahulu. Pihaknya juga sudah menyiapkan tenda dan PMI di tempat pengungsiansementara tersebut.Ketinggian gelombang sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, Jumat (18/5/2007) kemarin, mencapai 2 hingga 3 meter dan masuk ke bibir pantai. Akibatnya, 2 toko di pantai Serang dan 3 toko di pantai Tambakrejo hancur diterjangair. Namun kejadian yang membuat panik warga ini tidak menimbulkan korban jiwa. Nelayan setempat sementara ini diimbau untuk tidak melaut hingga suasana benar-benar aman. "Hingga pukul 11.00 WIB, air laut masih dalam kondisi normal dan tidak masuk bibir pantai, meski arus gelombangnya masih tinggi," tambah dia.Mudah-mudahan, lanjut Ali, arus gelombang tidak masuk ke bibir pantai dan merusak barang-barang milik nelayan.
(gik/asy)











































