Pembangunan Bandara Kuala Namu Diharapkan Lebih Cepat
Jumat, 18 Mei 2007 22:35 WIB
Medan - Pembangunan Bandara Kuala Namu, sebagai pengganti Bandara Polonia Medan, diharapkan bisa lebih cepat dari rencana. Dengan demikian, operasionalnya juga bisa lebih cepat dari rencana semula yaitu 2010.Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil berharap, pembangunan Bandara Kuala Namu dapat selesai lebih cepat. Kondisi Bandara Polonia sudah tidak ideal lagi dengan kapasitas penumpang maupun jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat yang semakin banyak."Makanya kita berharap ini bisa lebih cepat," kata Sofyan usai meninjau lokasi pembangunan Bandara Kuala Namu di Desa Kuala Namu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, sekitar 60 kilometer dari Medan, ibukota Sumatera Utara (Sumut), Jumat (18/5/2007). Sofyan berkunjung bersama Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal.Menurut Sofyan, pembangunan bandara ini memang membutuhkan lahan untuk pendukung, seperti jalan tol dan infrastruktur pendukung lainnya. Karena itu, pembebasan lahan merupakan hal yang sangat dibutuhkan.Dengan rencana pembangunan bandara ini di tempat terpisah anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi Industri, Perdagangan dan BUMN, Nasril Bahar menyatakan, pelepasan tanah untuk kepentingan bandara tetap harus memperhatikan kepentingan rakyat."Misalnya saat ini ada 71 keluarga berjumlah sekitar 300 orang yang masih bertahan di kawasan calon bandara sejak tahun 1998, karena ganti rugi yang tidak memadai. Hal ini harus mendapat perhatian. Jangan sampai pembangunan untuk kesejahteraan rakyat, justru menyebabkan penderitaan pada sebagian rakyat," kata Nasril Bahar.Namun secara umum Nasril menyatakan, pihaknya berkomitmen mendukung pembangunan bandara tersebut bisa lebih cepat. Jangan sampai setelah peletakan batu pertama oleh Wakil Presiden pada 29 Juni 2006 lalu, justru jalan di tempat.
(rul/ken)











































