Ombak di Pelabuhanratu Makin Tinggi, Ratusan Rumah Rusak

Ombak di Pelabuhanratu Makin Tinggi, Ratusan Rumah Rusak

- detikNews
Jumat, 18 Mei 2007 18:16 WIB
Pelabuhanratu - Gelombang pasang masih mengancam Pelabuhanratu, Sukabumi. Ombak semakin tinggi menyambut malam hari. Sementara rumah-rumah warga di sepanjang pantai di 8 kecamatan di Kabupaten Sukabumi rusak. Ratusan orang mengungsi. Pemantauan detikcom di Pantai Pelabuhanratu, Jumat (18/5/2007) pukul 18.00 WIB, ketinggian ombak semakin menjulang. Saat ini, ombak sudah mencapai 5 meter. Diperkirakan, ombak akan semakin tinggi pada malam hari ini. Meski begitu, air laut belum membanjiri daratan. Situasi di Pantai Pelabuhanratu juga tampak relatif sepi, meski saat ini merupakan long weekend. Mobil pribadi yang lalu lalang di jalan Pelabuhanratu tampak sedikit, begitu juga kendaraan bermotor. Informasi dari polisi, sebagian wisatawan yang sudah tiba di Pelabuhanratu pulang kembali setelah mengetahui terjadi gelombang pasang. "Padahal, malam ini diperkirakan puncak wisatawan datang ke sini," ujar salah seorang polisi. Akibat gelombang pasang yang terjadi dua hari terakhir ini, rumah-rumah warga yang berada di pinggir pantai dari Kecamatan Cisolok hingga Kecamatan Ujunggenteng rusak tersapu gelombang. Ratusan lapak warung di pinggir pantai juga sudah tidak berbentuk. Gelombang pasang ini melanda di 8 kecamatan yang berada di pinggir laut. Akibat rumahnya rusak disapu gelombang, ratusan warga saat ini diungsikan ke halaman kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi di Jl. Perintis Kemerdekaan, Pelabuhanratu. Hingga saat ini, bantuan terhadap pengungsi sudah mulai berdatangan, namun distribusinya masih belum merata. Polisi sudah melarang warga untuk mendekati pantai. Polisi yang dibantu oleh TNI dan TNI AL juga bersiaga di kawasan Pantai Pelabuhanratu. Nelayan Rugi Rp 1 Miliar Sementara itu, para nelayan mengalami kerugian besar akibat gelombang pasang ini. Kapal dan perahu mereka rusak. Rumput laut yang mereka kumpulkan juga terbawa gelombang. Tempat pelelangan ikan juga tidak beroperasi. "Saya perkirakan kerugian para nelayan mencapai Rp 1 miliar. Ada ratusan kapal rusak dan hilang. Ada 50 ton rumput laut hanyut. Pelelangan ikan juga terhenti," kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sukabumi Badri Suhendi. (asy/bal)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait