Pemilik Tinggalkan Bangunan yang Dihantam Gelombang di Garut
Jumat, 18 Mei 2007 17:49 WIB
Jakarta -
Para pemilik berbagai bangunan yang dihantam gelombang pasang di Pantai Rawabuaya, Garut, Jawa Barat memilih mengungsi ke rumah warga-warga dan saudara terdekat mereka.Pantauan detikcom, Jumat (18/5/2007), bangunan berupa warung-warung kecil di tepi pantai telah ditinggalkan. Semua barang-barang dagangan beserta isinya dipindahkan khawatir terjadi gelombang susulan.Beberapa bangunan yang berukuran kecil tersapu ke pantai, sedangkan bangunan dengan ukuran yang lebih besar temboknya retak-retak akibat pondasinya yang hancur.Di bibir pantai, abrasi terjadi di beberapa titik-titik. Untungnya batu-batu karang yang berada di pantai mencegah abrasi semakin parah.Belum ada laporan korban jiwa akibat gelombang pasang yang menghantam 2 kali pada pukul 21.00 WIB Kamis 17 Mei kemarin dan pada pukul 04.00 WIB dinihari tadi. Sesekali buih ombak masih mencapai jalan raya yang berjarak sekitar 25 meter dari pantai. Tinggi ombak rata-rata sekitar 2 meter.Namun warga yang ditemui mengaku tidak terlalu khawatir karena peristiwa ini bukan tsunami. Ketika gelombang pasang terjadi, air laut tidak sempat surut."Laut dalam kondisi normal, tapi tiba-tiba pasang. Kita terpaksa mengungsi dulu untuk menghindar gelombang susulan," ujar Erna salah satu pemilik warung yang menjadi korban.
(bal/ary)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































