Bus Nyungsep di Hutan Jati Blitar, 5 Orang Luka
Jumat, 18 Mei 2007 14:07 WIB
Blitar -
Bus PO Harapan Baru jurusan Banyuwangi-Trenggalek nyungsep ke ladang hutan jati milik warga di Blitar. Bus itu nyungsep sedalam 2 meter. Seorang penumpang luka kritis dan empat lainnya luka ringan.Peristiwa itu tepatnya terjadi di Desa Lahur, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar pukul 08.00 WIB, Jumat (18/5/2007). Saat itu, bus Harapan Baru yang dikemudikan Suparno meluncur dari Trenggalek menuju Banyuwangi.Menurut sejumlah saksi mata, bus melaju dengan kecepatan tinggi. Ketika melintas di sebuah tikungan tajam di kawasan ladang yang ditanami pohon jati, bus tersebut tiba-tiba nyelonong ke dasar ladang sedalam 2 meter lebih."Saat sampai di tikungan, bus itu tidak berbelok dan terus terjun bebas. Saya sendiri kaget karena tidak ada kendaraan lain yang melintas," ujar Komari, salah seorang warga yang menyaksikan peristiwa itu.Selanjutnya warga beramai-ramai menolong para penumpang yang berada di dalam bus. Beruntung bus tersebut tidak mengangkut banyak penumpang, karena baru akan tiba di kota tujuan, Trenggalek.Empat penumpang yang mengalami luka langsung dilarikan ke RS Ngudi Waluyo Blitar untuk mendapatkan pertolongan. Mereka adalah:1. Sugiono, 43 tahun, warga Selorejo, Kabupaten Blitar, yang mengalami luka pada dada2. Poniran (40), warga Kecamatan Rejoso, Kabupaten Blitar yang mengalami patah tulang3. Sunarso (45), warga Kecamatan Kepanjen, Malang, yang mengalami luka memar di dada4. Sutrisno (50), warga Kecamatan Pakisaji, Malang yang mengalami cedera ringanPetugas Ruang Bedah RSUD Ngudi waluyo, Yahya mengatakan, saat ini keempat pasien dirawat di rung Bougenville rumah sakit tersebut. Rata-rata korban yang berusia separuh baya ini mengalami trauma akibat musibah yang dialami.Sementara seorang korban luka parah dilarikan ke RS Syaiful Anwar Malang. Identitasnya belum diketahui. "Mereka masih trauma dan syok atas kejadian ini. Pasien lain kami kirim ke RS Syaiful Anwar Malang karena kondisinya yang kritis," jelas dia kepada detikcom.Sementara itu saat diperiksa petugas di Mapolsek Selorejo, sopir bus Suparno, mengaku tidak bisa mengendalikan bus karena remnya blong. Saat itu ia memang terburu-buru hendak mencapai terminal Trenggalek tepatwaktu."Ia mengakui jika remnya blong. Ridak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini," ujar Briptu Ridwan, anggota Polsek Selorejo.
(gik/asy)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































