Agar Hemat, Tembok Pembatas ITC Tak Diberi Tulang Besi
Jumat, 18 Mei 2007 12:13 WIB
Jakarta - Tembok pembatas gedung parkir di ITC Permata Hijau, Jakarta Selatan ternyata memang sengaja tidak diberi tulang besi. Alasannya demi menghemat biaya pembangunan.Kecelakaan tragis yang menewaskan satu keluarga Topan Rusli, Trisna Priyatna dan Samuel pada Kamis 17 Mei kemarin sebenarnya bisa dihindari. Terjunnya mobil Honda Jazz bisa dicegah jika pembatas gedung parkir memiliki konstruksi yang kuat dengan tulang besi.Meski General Affair dan HRD Manager ITC Permata Hijau Jhony Liem sudah membantah pihaknya lalai, namun fakta yang ditemukan di lokasi kejadian menunjukkan, tembok pembatas hanya terbuat dari batako yang mudah hancur apabila terkena benturan.Seorang petugas bagian perawatan gedung yang ditemui detikcom Jumat (18/5/2007) mengatakan, sangat wajar jika tembok pembatas itu dengan mudah jebol."Yang dikasih tulang besi cuma pilar-pilarnya saja. Tembok pembatasnya cuma terbuat dari seclon (batako)," ujar petugas yang menolak disebutkan namanya.Seorang petugas lainnya mengungkapkan, ketika pembangunan ITC Permata Hijau dilakukan tahun 2002, sebenarnya salah seorang arsitek perancang gedung meminta bagian pembatas itu diperkuat dengan tulang besi."Tapi pemilik gedung tidak mau. Alasannya lebih hemat sampai dua pertiga dari biaya seharusnya," tutur sumber tersebut.Hingga pukul 12.00 WIB, suasana di bekas lokasi jatuhnya mobil sudah selesai dibersihkan. Beberapa wartawan televisi yang akan mengambil gambar dilarang oleh petugas keamanan. "Maaf pak, atas perintah manajemen dilarang mengambil gambar," kata seorang petugas kepada wartawan TV.Pantauaan detikcom, lokasi kejadian di lantai 6 dijaga 3 petugas keamanan. Sedangkan tembok pembatas yang jebol sudah ditutupi seng berwarna krem lengkap dengan police line. Sementara di lantai 7 beberapa pekerja sedang memasang sling (tali besi) untuk memperkuat tembok pembatas yang hanya memiliki ketebalan 10 cm.
(bal/ary)











































