Menag Sentil Kiai dan Ulama yang Hijrah ke Dunia Politik

Menag Sentil Kiai dan Ulama yang Hijrah ke Dunia Politik

- detikNews
Jumat, 18 Mei 2007 11:59 WIB
Jakarta - Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni menyentil sejumlah kiai dan ulama yang hijrah ke dunia politik. Menag mengkhawatirkan, bila para kiai bersikap seperti itu, maka dunia pesantren akan terbengkalai. Sentilan Menag ini disampaikan saat membuka Silaturahmi Pengurus Pondok Pesantren se-Indonesia di bawah naungan Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) di aula serbaguna Asrama Haji Pondokgede, Jakarta Timur, Jumat (18/5/2007). RMI merupakan lembaga di bawah Nahdlatul Ulama (NU). "Ada sejumlah ulama yang sekarang lebih suka di dunia politik ketimbang menjadi pendidik. Padahal, di negeri ini, kiai dan ulama identik sebagai pendidik," kata Menag. Dengan banyaknya kiai dan ulama hijrah ke dunia lain, menurut Menag, akan dapat mereduksi nilai-nilai pesantren di negeri ini. "Bukannya tidak boleh para kiai dan ulama masuk ke dunia politik, tapi jangan meninggalkan dunia pesantren hingga terbekalai," ujar dia. Menag juga menyatakan, sebanyak 91,8 persen lembaga pendidikan di bawah Depag merupakan lembaga swasta. Hanya sebagian kecil saja yang negeri. Namun, hingga saat ini, hanya sedikit dari lembaga-lembaga pendidikan itu termasuk pesantren-pesantren yang mendapatkan bantuan dari pemerintah. "Sebagai bentuk penebusan dosa, Depag akan lebih memfokuskan bantuan dana untuk swasta yang mencapai 90 persen lebih itu," ujar dia. Menag mencontohkan, saat ini ada 500 unit bantuan dari pemerintah Australia melalui Departemen Agama (Depag) yang bisa dipergunakan pesantren-pesantren itu. Namun, Maftuh tidak menyebutkan besaran bantuan Australia itu. Selain itu juga, Depag akan meningkatkan pemberian beasiswa kepada santri-santri yang ingin kuliah ke barat, khususnya untuk memperdalam ilmu di luar studi Islam. "Untuk islamic studies, kita merekomendasikan untuk ke Timur Tengah," ujar dia. Selain Menag, hadir dalam acara ini Menkop dan UKM Suryadharma Ali, Ketua PBNU Said Agil Siradj, dan Ketua RMI KH Mahmud Ali Zein. Sekitar 300 kiai yang mengenakan peci putih juga mengikuti acara yang akan berlangsung hingga Senin (21/5/2007) mendatang itu. (asy/ary)


Berita Terkait