Cegah Terseret Ombak Besar, Kapal Nelayan Diparkir ke Tegalan
Jumat, 18 Mei 2007 10:38 WIB
Bantul - Gelombang pasang dan ombak besar masih mengancam Pantai Selatan, terutama di wilayah Bantul dan Kulonprogo, DI Yogyakarta. Jumat (18/5/2007), warga sudah dilarang mendekati pantai. Sementara nelayan-nelayan sudah memindahkan kapal-kapalnya ke tegalan, sekitar 50 meter dari bibir pantai. Pantauan detikcom di Pantai Pandansimo dan Pantai Kuwaru di Kecamatan Srandakan, Bantul, sedikitnya ada 30 kapal nelayan jenis fiber glass yang diparkir di tegalan itu. Kapal-kapal itu ditambatkan di pohon-pohon. Tidak terlihat satu pun nelayan yang berani melaut. Menurut salah seorang nelayan Pandansimo, Mugiyo, ombak besar yang terjadi pukul 07.00 WIB pagi tadi mencapai ketinggian lebih dari 2 meter. Sebenarnya, kata dia, tanda-tanda munculnya ombak besar sudah terlihat pada Kamis (17/5/2007) siang, setelah para nelayan pulang melaut. "Malam harinya, kami langsung menyelamatkan kapal-kapal kami," ujar Mugiyo.Menurut dia, gelombang pasang tiba-tiba ini merupakan fenomena alam tahunan. Fenomena ini biasanya terjadi hingga 2-3 bulan. "Pengalaman saya selama ini seperti itu. Saya memperkirakan gelombang pasang seperti ini akan terjadi hingga Agustus nanti," ujar dia. Ombak besar ini tampak hanya terjadi dari titik 3 km ke arah bibir pantai. "Di tengah laut, gelombang seperti ini tidak ada," ujar Mugiyo. Hingga saat ini, Mugiyo dan para nelayan lainnya belum bisa menghitung kerugian yang dialami akibat gelombang pasang ini. Gelombang pasang ini telah mengakibatkan warung-warung non permanen di pinggir pantai roboh. Sementara gedung-gedung permanen yang terbuat dari beton dan berada di pinggir bantai, terlihat tertimbun pasir hingga mencapai ketinggian 70 cm.
(asy/bal)











































