Konflik UISU, Helmi Nasution Ditangkap Polisi

- detikNews
Jumat, 18 Mei 2007 00:09 WIB
Medan - Konflik kepengurusan ganda Yayasan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) terus berlanjut. Pada Kamis (17/5/2007), polisi secara resmi menahan Helmi Nasution yang sebelumnya dinyatakan buron dalam kasus pemalsuan akte Yayasan UISU. Direktur Reserse Kriminal Polda Sumatera Utara (Sumut) Komisaris Besar Polisi (Kombes) Ronny F Sompie menyatakan, Helmi sedang saat ini sedang dalam proses pemeriksaan di Markas Brigade Mobil (Brimob) di Jalan Wahid Hasyim, Medan. "Sekarang sedang ditahan di Brimob, karena yang menangkap itu Brimob, untuk sementara ditahan di sana," Sompie kepada detikcom. Helmi ditangkap di Jakarta, dan kemudian dibawa ke Medan dengan menumpang pesawat Sriwijaya Air. Setibanya di Bandara Polonia Medan sekitar pukul 21.30 WIB, Helmi langsung dibawa ke Markas Brimob. Helmi Nasution dilaporkan Yayasan UISU versi Hj Sariani A Siregar dalam kasus pemalsuan akta yayasan. Helmi kemudian dinyatakan tersangka bersama sejumlah pengurus yayasan lainnya. Tiga di antaranya kemudian ditangkap polisi pada 28 April lalu, yakni Indra Gunawan (37), Rizal Fahmi Nasution (44), dan Syahwin (44). Sangkaan melakukan pemalsuan akta otentik itu, karena Helmi cs membuat akta notaris Yayasan UISU melalui Notaris Teguh Perdana Sulaiman pada 13 Desember 2006. Akta ini dibuat setelah kepengurusan Yayasan UISU lama yang dipimpin Hj Sariani A Siregar berakhir pada tugasnya pada November 2004 dan memperpanjang sendiri tanpa melalui akta notaris. Masalah ini kemudian dianggap sebagai kasus kriminal, karena melanggar pasal 266 ayat 1 jo Pasal 55 KUHP, dan dilaporkan kubu Sariani A Siregar ke Polda Sumut. Dalam perkembangannya, tiga tersangka yang sudah ditangkap, Indra Gunawan, Rizal Fahmi Nasution, dan Syahwin kemudian mengajukan prapidana terhadap Kapolda Sumut dan Kapolri. Sidangnya masih berlangsung di Pengadilan Negeri Medan.

(rul/gah)