Plt Rektor IPDN Minta Pemecatan Praja-nya Jangan Dikaitkan Aborsi

Plt Rektor IPDN Minta Pemecatan Praja-nya Jangan Dikaitkan Aborsi

- detikNews
Kamis, 17 Mei 2007 19:35 WIB
Jakarta - Pemecatan 2 praja wanita IPDN diduga kuat karena keduanya telah melakukan aborsi. Saat dikonfirmasi mengenai kebenaran berita itu, Plt Rektor IPDN Johannis Kaloh minta persoalan itu jangan dibesar-besarkan."Sudah lah kasihan mereka. Itu terlalu dibesar-besarkan. Sudah jatuh tertimpa tangga nanti," katanya saat dihubungi detikcom, Kamis (17/5/2007).Kaloh menerangkan, pemecatan keduanya karena tindakan indisipliner, bukan ataspertimbangan aborsi. Kebenaran berita itu bisa terungkap bila ada pernyataankeberatan soal pemecatan dari kedua praja IPDN itu."Ya mereka bisa mengajukan keberatan atas pemecatan itu dan mengatakan alasannya," kata Kaloh. Dua praja wanita yang diduga melakukan aborsi tersebut adalah nindya praja(tingkat III) asal Jawa Barat inisial LMS dan wasana praja (tingkat IV) asalSumut, DS. Keduanya dipecat pada Rabu 16 Mei bersama 11 praja lainnya dalamapel luar biasa yang dipimpin oleh plt Rektor Johannis Kaloh. Sebelumnya, padaSenin 14 Mei, IPDN juga telah memberikan sanksi kepada 33 praja yang mayoritas berupa penurunan pangkat dan tingkat.Impian praja yang dipecat untuk menjadi pejabat pamong praja sudah sirna. Kini,mereka kembali ke kampung halamannya tanpa membawa kesuksesan."Sekarang mereka sudah dipulangkan semua ke kampung halamannya masing-masing," terang Kaloh. (gah/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait