Yang Tak Terusir Saat Long Weekend
Kamis, 17 Mei 2007 08:15 WIB
Jakarta - Orang kantoran yang biasa dipenuhi rutinitas pekerjaan dapat tersenyum lebar menghabiskan libur panjang dari Kamis hingga hari Minggu depan. Sebagian menghabiskan bersama keluarga atau bepergian ke luar kota untuk mencari suasana yang berbeda akibat libur panjang.Mereka berbondong-bondong ngacir dari Jakarta melupakan kepenatan ibukota. Jakarta pun menjadi lengang. Jalan-jalan protokol ataupun perumahan berubah sepi, tidak seperti biasanya. Sebaliknya, tempat peristirahatan dan rekreasi di Luar Jakarta dikerubung wisatawan. Bahkan tiket pesawat dan kereta api ludes terjual jauh-jauh hariNamun tidak semua orang dapat menikmati long weekend. Banyak karyawan bekerja di hari libur. Seperti karyawan untuk instansi asing, tak bisa menikmati long weekend."Gue nggak libur. Maklum, di tempat asing, tahu sendiri. Jadi ya, liburan di Jakarta saja. Paling ntar renang di Cilandak Town Square (Citos)," ungkap Dien Safitri, salah satu staff ekpsor impor di Bank of Tokyo, Kamis (17/5/2007).Dien mengaku iri melihat orang berbondong-bondong ke luar kota untuk libur panjang. Selain bisa beristirahat, bisa melupakan kejenuhan bekerja."Habis trend-nya begitu, ya bikin ngiri. Pengen sih ke yang lokal-lokal seperti Bali atau ke Singapura sekalian. Tapi bagaimana lagi. Nikmati aja," ujarnya terdengar lelah.Berbeda dengan Dien, Aulia Rahman, pekerja sosial di LSM asing memilih long weekend di Jakarta saja. Alasannya, selain banyak event bagus di akhir pekan ini, dia tidak terlalu suka keramaian."Enak juga sih bisa ke luar kota. Tapi, di Jakarta aja ada acara bagus. Seperti di Goethe Institute, atau di Gedung Kesenian Jakarta. Di Senayan ada konser musik. Pinter-pinternya kita milih acara liburan," pungkasnya.Ditengah gemuruh libur panjang, ungkapan Dien ataupun Aulia memang pantas didengar. Jadi jangan bersedih, banyak cara menikmati liburan. Selamat berlibur...
(Ari/mly)











































