Pencarian Pemondokan Haji Rawan Penyimpangan
Kamis, 17 Mei 2007 06:49 WIB
Jakarta - Persiapan pemondokan jamaah haji Indonesia 2007 baru selesai 70 % dari total 210.000 jamaah. Namun, kabar tidak sedap sudah mulai tercium terkait dengan pencarian pemondokan. Menurut anggota Komisi VIII DPR RI terdapat oknum Departemen Agama (Depag) yang memanfaatkan kondisi ini seperti kasus katering haji pada musim haji tahun lalu."Banyak SMS masuk ke saya. Bunyi SMS itu menuding ada oknum di luar Depag yang ikut bermain (dalam mencari pemondokan). Bahkan ada yang mempunyai bisnis biro perjalanan haji, eh... malah ikut. Apa tidak menjurus ke konflik kepentingan (seperti kasus katering haji tahun lalu)," kata Anggota DPR Zulkarnaen Jabar, Kamis (17/5/2007).Nada serupa dilontarkan oleh anggota komisi VIII Jelantik Mokodompit. Dia mengaku tidak hanya di-SMS melainkan seseorang mendatanginya untuk mengadukan praktek itu."Kalau saya didatangi langsung oleh orangnya. Saya bilang tunggu dulu, saya klarifikasi dulu ke Menag benar atau tidak," ujar Jelantik.Menanggapi tudingan ini, Menag bersikap pasif. Menurutnya, tuduhan itu memang terus akan ada karena bisnis mengenai pemondokan dan katering memang besar. Sehingga menimbulkan gesekan bagi orang-orang tertentu."SMS itu adalah dari orang yang gagal dapat keuntungan itu. Banyak di Depag yang marah karena tidak dapat bagian. Sangat hebat pertempuran itu", kelit Menag.
(Ari/mly)











































