Calon Hakim Agung Kurang Sip, KY Diminta Tak Paksakan Diri

Calon Hakim Agung Kurang Sip, KY Diminta Tak Paksakan Diri

- detikNews
Rabu, 16 Mei 2007 16:35 WIB
Jakarta - Sejumlah LSM kecewa dengan proses seleksi calon hakim agung yang digelar Komisi Yudisial (KY). Dari 16 calon yang diuji, sebagian besar ternyata tidak memenuhi standar. Kemampuan hukum mereka hanya akan membuat pamor MA jeblok.Ke-16 calon ini 10 orang di antaranya berasal dari hakim karir dan 6 orang dari non karir.Kekecewaan itu disampaikan YLBHI, ICW, Konsorsium Reformasi Hukum Nasional (KRHN) dan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) dalam jumpa pers di kantor YLBHI, Jaln Prambanan, Jakarta, Rabu (16/5/2007)."Kita menyayangkan calon hakim agung sekarang, kualitasnya kurang baik," kata Direktur Advokasi dan Bantuan Hukum YLBHI Taufik Basari.YLBHI meminta KY tidak memaksakan diri memenuhi keinginan DPR terkait jumlah calon yang harus diajukan ke lembaga itu. KY harusnya lebih menekankan kepada aspek kualitas hakim agung, bukan kuantitas.Fultoni dari KRHN menilai calon hakim yang ada saat ini tidak jauh berbeda dengan orang yang sedang menyusun skripsi, tapi dikerjakan orang lain. Semua makalah yang disampaikan ke-16 calon hakim agung itu dinilai produk jiplakan."Bagaimama hakim agung berkualitas kalau makalahnya saja dibuat teman atau anaknya sendiri," kata dia.Hal senada juga disampaikan Emerson Junto dari ICW. Menurutnya, banyak calon hakim agung yang lolos dalam sekali wawancara. Hal ini menandakan calon-calon itu tidak lebih dari orang-orang nekat tanpa melihat kemampuan hukumnya."Jangan-jangan orang nekat yang mencalonkan diri jadi calon hakim. Bagaimana nantinya MA berkualitas. Bisa-bisa MA semakin jeblok," tandanya.Rencananya Senin 21 Mei nanti, LSM-LSM ini akan mendatangi KY untuk menanyakan hasil pemantauan mereka terhadap seleksi calon hakim agung. Mereka juga akan memberikan catatan-catatan untuk calon yang lolos seleksi wawancara. (umi/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait