PKL Pasar Barito Bagi-bagi Mawar & Ikan Mas di Depan DPRD DKI
Rabu, 16 Mei 2007 11:13 WIB
Jakarta - Sekuntum mawar merah dibagi-bagikan para pedagang kali lima (PKL) Pasar Barito, Jakarta Selatan, kepada pengguna jalan. 2 Ikan mas dalam plastik bening juga turut dibagikan.Bagi-bagi bunga dan ikan itu adalah bagian dari aksi sekitar 60 PKL di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (16/5/2007).Aksi ini dilakukan untuk memprotes rencana relokasi tempat usaha para pedagang ini ke Pasar Radio Dalam dan Pasar Pondok Pinang. Sebab area Pasar Barito akan ditata untuk penataan ruang terbuka hijau (RTH).Bunga dan ikan yang dibagikan itu untuk menggambarkan komoditi yang diperdagangkan di Pasar Barito, selain buah-buahan dan unggas.Para pedagang itu juga membawa poster bertuliskan "Selamatkan ribuan tenaga kerja PKL Barito yang menghidupi ribuan warga selama 37 tahun".Koordinator Humas Kelompok Pedagang Barito Cahya Suparno mengatakan, tujuan kedatangan mereka ke DPRD adalah mengadukan nasibnya. Mereka sekaligus juga menawarkan konsep baru penataan RTH."Alasannya untuk RTH. Tapi mereka tidak mengindahkan aspek ekonomi dan sosial. Ini kita tawarkan model baru yang nantinya terintegrasi dengan kegiatan ekonomi dan sosial," ujar Cahya.Cahya mengeluhkan tidak adanya sosialisasi dari Pemprov DKI tentang rencana relokasi itu. Pada akhir Agustus atau paling lambat September, para pedagang itu sudah harus meninggalkan lahan seluas 1,5 hektar yang ada di Jl Barito, Jl Mamandau, dan Jalan Mahakam.Cahya pun mempertanyakan Perda Flu Burung yang tidak menghendaki pasar unggas di tengah kota. "Kita dagang burung sudah 28 tahun, tapi sampai sekarang belum ada yang kena. Saya duga ini ada kepentingan tertentu," cetusnya.Pukul 11.45 WIB, perwakilan pedagang sudah diterima anggota DPRD. Sambil menunggu hasil pertemuan, massa berorasi di depan gedung.Para pedagang itu tampak mengenakan robekan kain putih bermotif polkadot warna-warni. "Biar kita tidak disusupi," jelas Cahya.Hingga pukul 11.00 WIB, aksi masih berlangsung. Meski gerimis, massa masih semangat melakukan demonstrasi. Aksi ini tidak mengakibatkan kemacetan lalu lintas.
(nvt/nrl)











































