Pocong Ikut Demo Pemilihan Rektor UGM di Balairung
Rabu, 16 Mei 2007 10:35 WIB
Yogyakarta - Pemilihan Rektor UGM diwarnai aksi demonstrasi. Tidak hanya para mahasiswa saja, pocong pun ikut-ikutan 'mendemo' ajang itu.Pocong jadi-jadian tampak terbujur di halaman depan Balairung, Gedung Pusat UGM, Yogyakarta, Rabu (16/5/2007) pukul 10.15 WIB. Mulut dan mata pocong itu tertutup dengan lakban putih. Sementara beberapa mahasiswa tampak menabur bunga di sekelilingnya.Demikian happening art yang digelar 30-an mahasiswa UGM untuk menentang ajang pemilihan rektor hari ini. Aksi itu sebagai bentuk matinya demokrasi di kampus itu."Demokrasi versi UGM tidak lebih dari tontonan mirip sebuah dagelan. Dagelan demokrasi," teriak salah satu orator.Selain menentang pemilihan, para mahasiswa itu juga menuntut agar suara Mendiknas sebanyak 11 suara untuk pemilihan rektor dicabut. Suara itu dinilai sangat tidak demokratis."Mendiknas bisa meloloskan siapa saja yang dia kehendaki menjadi rektor," kata orator itu lagi.Menurut dia, Majelis Wali Amanat (MWA) tidak memiliki kewenangan untuk memilih rektor UGM. "Kami menginginkan rektor dipilih langsung dengan cara one man one vote," lanjutnya.
(ken/nrl)











































