Makan Es Puding, 23 Siswa SMP Masuk Rumah Sakit

Makan Es Puding, 23 Siswa SMP Masuk Rumah Sakit

- detikNews
Selasa, 15 Mei 2007 17:25 WIB
Nganjuk - Gara-gara makan es puding, 23 siswa SMP Patihanrowo, Kabupetan Nganjuk, Jawa Timur, harus dilarikan ke Rumah Sakit Kertososno karena keracunan. Peristiwa ini terjadi saat mereka mengadakan reuni di rumah Ayu Widianing Putri, Senin (14/5/2007) kemarin."Setelah dilakukan perawatan, saat ini siswa yang masih menjalani perawatan tersisa 18 orang. Sedangkan 5 lainnya sudah diperbolehkan pulang," kata Direktur RS Kertosono dr Purcahyono saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (15/5/2007).Menurut Purcahyono, saat ini pasien keracunan masih menjalani perawatan intensif dan diberi infus. Rata-rata pasien merasa tubuhnya lemas dan kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan.Dari hasil pemeriksaan, lanjut dia, korban terkena bakteri dari makanan. Namun belum dipastikan makanan mana yang menyebabkan mereka muntah dan mual. Meski begitu, dari semua keterangan pasien yang dirawat mereka hanya makan es puding bukan nasi kuning.Eny, salah satu korban yang masih dirawat dan duduk di kelas III SMP Patihanrowo mengatakan, kejadian tersebut bermula saat ia dan rekan-rekannya menghadiri reuni SMP di rumah Sri Suyatmi, orangtua dari Ayu Widianing Putri, siswa kelas III F kemarin siang."Saat itu saya tidak makan nasi tapi makan es puding yang isinya beberapa macam buah," katanya kepada wartawan.Setelah acara selesai dan pulang, malam hari perutnya terasa sakit disertai pusing. Oleh orangtuanya dia dilarikan ke rumah sakit Kertosono Nganjuk."Ternyata di rumah sakit sudah banyak teman-teman saya yang ikut reuni dan sudah mendapat perawatan di ruangan-ruangan rumah sakit," kenang Eny.Sementara itu Sri Suyatmi yang memasak makanan dan pemilik rumah mengaku memasak sendiri masakan tersebut. Hanya buah-buahan saja yang membeli di pasar."Itu pun saya memilih buah yang segar dan tidak busuk. Mungkin sumbernya dari pemanis gula yang saya beli di toko," jelasnya.Hingga kini kasus keracunan tersebut belum dilaporkan ke polisi. (gik/nrl)


Berita Terkait