Survei: Rakyat RI Lebih Percaya Ulama Ketimbang Presiden
Selasa, 15 Mei 2007 17:17 WIB
Jakarta -
Mayoritas rakyat Indonesia lebih mempercayai pemimpin agama dibandingkan dengan presiden ataupun institusi negara lainnya. Hal ini disebabkan pemimpin agama lebih memiliki peran kepada masyarakat dibandingkan presiden.Hal itu terungkap dalam survei yang dilakukan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) sejak Januari hingga Maret 2007. Dalam survei itu disebutkan 41 persen warga lebih percaya kepada pemimpin agama. Lalu sebanyak 22 persennya kepada presiden, 22 persen tentara, 16 persen polisi, sedangkan MPR dan DPR masing-masing 11 persen, serta sisanya sebanyak 8 persen partai politik."Faktor keagamaan mempunyai pengaruh yang sangat signifikan. Hal ini menyebabkan warga lebih percaya pemimpin agama ketimbang presiden," kata Presiden Direktur PPIM Jajat Burhanuddin di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (15/5/2007).Menurutnya, dalam survei ini ideologi tidak mengalami persoalan yang cukup serius. Misalnya lebih dari 90 persen masyarakat Indonesia yang beragama Islam memilih Pancasila sebagai ideologi bangsa.Mantan Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra mengatakan, hasil survei membuktikan institusi negara lebih lemah dibandingkan institusi agama. "Institusi negara kita mengalami kemunduran," katanya.Dia mencontohkan institusi negara yang lemah adalah Polri. Itu terlihat ketika terjadi kerusuhan massa pada tahun 1998, Polri tidak bisa berbuat apa-apa. "Saat terjadi euforia demokrasi, Polri tidak punya kapasitas, dan para politisi tidak bisa berbuat apa-apa," katanya.Makanya, institusi negara harus dikuatkan dengan merevitalisasi Pancasila. "Bukan mengubah, tapi lebih memberi peran kepada Pancasila untuk memecahkan persoalan bangsa," tutur Azyumardi.
(mar/sss)










































