Wartawati Adukan 'Polisi Mesum' ke Mabes Polri

Wartawati Adukan 'Polisi Mesum' ke Mabes Polri

- detikNews
Selasa, 15 Mei 2007 17:06 WIB
Jakarta - Polisi yang satu ini memang keterlaluan. Tindakan dan kata-katanya yang melecehkan seorang wartawati Tempo berinisial MH benar-benar bikin hati miris. "Mbak itu bawa apa sih besar-besar menggantung di dada," kata MH sambil menangis menirukan ucapan polisi berseragam itu di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Selasa (15/5/2007). Parahnya lagi, lanjut MH, sang polisi yang memakai seragam pakaian dinas lapangan teknis (PDLT) dengan pita merah di lengannya itu sambil membuat gerakan tidak sopan. "Saya tidak tahu siapa dia, terus dia manggil lantas ngomong itu sambil menunjuk dada saya," tambah MH yang terlihat masih trauma. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.15 WIB di depan Gedung Bareskrim itu terjadi berlangsung cepat, MH yang biasa meliput di Mabes Polri itu tidak sempat melihat pangkat dan kesatuannya. "Yang saya ingat dia bernama Chandra atau nama depannya Ch. Dia berkumis dan usianya 40-an tahun," tutur MH. Yang cukup menyesakkan, ketika MH mengancam akan melaporkan, sang polisi hanya cuek bebek. "Dia cuma ketawa terus jalan," tambah MH. MH pun lantas berlari menghampiri para wartawan yang sedang duduk di tangga Bareskrim. Sambil menangis dia mengadukan kejadian ini. Para wartawan pun lantas bergerak mencari polisi tersebut, sayangnya sang polisi hilang entah ke mana. Akhirnya insiden itu pun dilaporkan ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam). Dan dibuatlah laporan bernomor STPL/96/V/2007/Yanduan dan diterima AKP Margono. MH dan beberapa teman wartawan selama 1 jam sejak pukul 13.00 WIB, sempat menemui Kadiv Propam Irjen Pol Gordon Morgot. Dalam kesempatan itu Gordon sempat memeriksa daftar petugas piket, namun akhirnya sang pelaku tidak ketemu. "Tapi pelakunya akan saya cari dan pasti ketemu," janji Gordon. MH yang mengenakan kemeja lengan pendek merah muda dan celana jeans ini pun mengakhiri pertemuan dengan menyimpan harapan. "Semoga kejadian ini tidak menimpa perempuan lainnya," harap MH lirih. (ndr/nrl)


Berita Terkait