Ryaas Rasyid: IPDN Jalan Terus
Selasa, 15 Mei 2007 14:05 WIB
Sumedang - Tim evaluasi IPDN tidak merekomendasikan pembubaran kampus pencetak pamong praja tersebut kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tim ini hanya merekomendasikan kemungkinan perubahan sistem kedinasan dan pembentukan IPDN tingkat daerah.Ketua tim evaluasi IPDN, Ryaas Rasyid mengatakan, pihaknya telah selesai mengkaji seluruh aspek, mulai dari sistem pembelajaran, kepemimpinan, dan manajemen IPDN. "Draft hasil evaluasinya sudah selesai. Kami ke sini (IPDN) untuk melakukan up date informasi kembali," ujar Ryaas sebelum pertemuan dengan dosen dan pejabat IPDN di Kampus IPDN, Jl Raya Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (15/5/2007).Ryaas menambahkan, keberadaannya di IPDN kali hanya sehari saja. Kegiatan utamanya adalah meminta keterangan dari dosen dan praja. "Bagaimana praja melihat proses pembelajaran di kampus, dan bagaimana penilaian dosen kepada mahasiswanya," terang Ryaas.Menurut Ryaas, ada tiga alternatif rekomendasi yang akan disampaikan kepada SBY. Awalnya dia enggan menjelaskan secara detil 3 alternatif rekomendasi tersebut. Namun setelah didesak, Ryaas bersedia buka mulut."Kami sedang mengkaji beberapa alternatif, salah satunya mengenai masih perlu atau tidaknya sistem kedinasan di kampus ini. Yang paling pokok dari pengkajian kami adalah bagaimana rekomendasi tersebut tidak bertentangan dengan UU Sisdiknas," jelasnya.Selain itu, sambung Ryaas, tim investigasi juga sedang mengkaji usulan pembentukan IPDN di tingkat daerah untuk mencegah sentralisasi. Usulan tersebut datang dari 3 provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Papua dan Aceh. Ketiga provinsi ini bahkan sudah menyiapkan lahan."Masing-masing daerah mereka mengirimkan hanya tiga praja ke IPDN setiap tahunnya. Jadi masuk akal jika dibentuk IPDN tingkat daerah," ujarnya.Namun ditegaskan Ryaas, kata akhir tetap berada di tangan Presiden SBY. tugas tim investigasi hanya menyampaikan rekomendasi.Ryaas juga sempat ditanya soal desakan banyak pihak agar IPDN dibubarkan. Menanggapi hal tersebut, mantan Rektor IIP ini mengatakan dirinya berharap hal itu tidak terjadi. "Mudah-mudahan tidak. Sesuai dengan perintah presiden, tim evaluasi mengkaji secara komprehensif pembenahan secara fundamental. Pokoknya sekolah jalan terus," tegasnya.
(ern/djo)











































