Posisi Sekjen PKB Dibahas
Selasa, 15 Mei 2007 11:46 WIB
Jakarta - Posisi Sekjen DPP PKB Lukman Edy mulai dibahas di dalam forum rapat DPP PKB. Namun, hingga saat ini, belum ada keputusan apakah Lukman Edy harus meninggalkan kursi sekjen terkait pengangkatan dirinya sebagai menteri di kabinet SBY-JK. Masalah ini merupakan salah satu agenda yang dibahas dalam rapat gabungan yang digelar di kantor DPP PKB, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (14/5/2007) malam. Hadir dalam rapat ini, para fungsionaris DPP PKB, termasuk Ketua Umum Dewan Syuro Gus Dur, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Wasekjen Zannuba Arifah Chafsoh (Yenni Gus Dur), dan Lukman Edy. Rapat berlangsung tertutup. Namun, informasi yang didapatkan detikcom, Selasa (15/5/2007) dalam rapat tersebut, politisi PKB yang masuk dalam barisan golongan tua dan berada di kubu Yenny Gus Dur meminta Lukman Edy meninggalkan kursi sekjen karena telah menjabat menteri. Permintaan ini terkait dengan larangan rangkap jabatan partai dengan eksekutif. Namun, meski ada pihak yang mengangkat isu ini, namun rapat belum memutuskan apakah Lukman Edy harus diganti atau tidak. Sejumlah nama sempat muncul sebagai calon sekjen, termasuk nama Effendy Choirie alias Gus Choi. Nama Yenni sempat muncul. Namun, diduga Yenni tidak tertarik. "Kalau ketua umum PKB masih Muhaimin, ya Yenni mungkin tidak tertarik, karena kedua orang ini kurang bisa bekerja sama. Yenni mungkin malah tertarik untuk menjadi ketua umum," jelas salah seorang sumber di PKB.Wacana lain terkait rangkap jabatan sempat muncul dalam rapat itu. Antara lain, bila Lukman Edy harus mundur dari Sekjen, maka Erman Soeparno juga harus mundur dari bendahara DPP PKB. Hal yang sama juga perlu diberlakukan kepada Yenni karena menjadi staf khusus Presiden SBY. Namun, masalah ini belum tuntas dibahas. Dalam rapat itu juga, Yenni kabarnya juga meminta maaf kepada jajaran PKB karena telah bersuara keras dalam pencalonan Lukman Edy sebagai menteri.
(asy/nrl)











































