Diadili di Mahmil, Wajar Saja Eks Tim Mawar Jadi Dandim
Selasa, 15 Mei 2007 11:28 WIB
Jakarta - Sebagian eks personel Tim Mawar -- tim yang bertanggung jawab pada penculikan 7 aktivis 1998 -- menjadi komandan Kodim (Dandim). Padahal mereka dipecat dari keanggotaan TNI berdasar vonis Mahkamah Militer Tinggi (Mahmilti).Fakta ini dinilai wajar karena kasus penculikan aktivis yang melibatkan mereka disidangkan di mahkamah militer (mahmil) dan bukan pengadilan HAM."Wajar saja kalau mereka jadi Dandim. Keputusan pengadilan militer tidak bisa dilihat sebagai sesuatu yang adil," kata mantan Sekjen Komnas HAM Asmara Nababan kepada detikcom, Selasa (15/5/2007).Pria yang saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Demokrasi dan HAM (Demos) ini mengatakan, fakta itu menunjukkan semakin perlunya kasus penculikan di akhir Orba itu dibawa ke pengadilan HAM."Kalau dibawa ke pengadilan HAM, bukan cuma perwira menengah saja yang kena, tapi panglima TNI juga ikut tersangkut karena ada responbility command," katanya.Saat ini, lanjut Asmara Nababan, bola ada di Presiden dan Jaksa Agung. Mereka dapat menuntaskan kasus itu jika memiliki komitmen yang kuat.
(ken/nrl)











































