Permintaan Pulang Keluarga Dulmatin Belum Dikabulkan
Senin, 14 Mei 2007 21:33 WIB
Jakarta - Pemerintah menilai manusiawi permintaan keluarga Dulmatin agar istri dan empat anaknya dipulangkan ke Indonesia dari Filipina . Namun, permintaan keluarga tersangka teroris bom Bali ini belum dikabulkan pemerintah."Itu tergantung pemerintah. Yang jelas, saya perlu menyampaikan kalau jaringan Dulmatin masih ada di Indonesia," kata Kepala Desk Koordinasi Penanggulangan Teror Kementerian Polhukam, Irjen Pol Anysaad Mbai Antiteror, usai penandatangan bantuan alat anti senjata kimia, biologi, radiologi dan nuklir dari Kanada di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (14/5/2007).Seperti diberitakan sebelumnya, istri dan empat orang anak Dulmatin ditahan di Filipina dengan tudingan melakukan pelanggaran keimigrasian. Kelimanya masuk ke Filipina secara ilegal dan saat ini ditampung di Departemen Sosial di Manila. Ansyaad hanya menegaskan, saat ini sel-sel jaringan pelaku terorisme di Indonesia masih ada, termasuk keterkaitannya dengan jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dan Abu Dujana yang lepas saat digerebek di Yogyakarta. Para pelaku terorisme ini, menurutnya, memiliki kemampuan dalam mengembangkan diri, sehingga dianggap berbahaya."Setalah bom Bali kemarin, kan mereka membentuk jaringan kecil-kecil. Mereka saling berhubungan tapi tidak membentuk hirarki, karena setiap orang punya jaringan sendiri-sendiri," jelas Ansyaad.Selain itu menurut Ansyaad, keberaaan para teroris ini masih berpindah-pindah, mulai dari Ambon, Poso dan kini berada di Jawa. Ketika ditanya di mana saat ini kelompok ini terkonsentrasi, Anysaad hanya menjawab bahwa kelompok itu terus bergerak."Jadi tidak perlu berandai-andai. Yang penting kita harus terus anggap persoalan terorisme ini sebagai persoalan yang serius, harus diantisipasi dan dicegah," tegasnya.
(zal/mar)











































