Pemilik Kucing Berwajah Monyet Menangguk Rupiah
Senin, 14 Mei 2007 19:10 WIB
Pekanbaru - Mak Inah nenek renta usia 70 tahun ini, kini menuai rezeki. Saban hari, masyarakat yang menyaksikan anak kucing berwajah monyet selalu berbagi rezeki.Suasana rumah tua berbentuk panggung di Kampung Talang Danto, Desa Kaiskan, Kabupaten Kampar, Riau, dalam sepekan ini tidak henti-hentinya dikunjungi warga. Masyarakat berbondong-bondong ingin menyaksikan keanehan seekor anak kucing terlahir dengan wajah mirip monyet.Warga menduga kucing yang dilahirkan dari induknya bernama Silas, bisa jadi karena terlahir premature. Tanda-tanda itu dapat dilihat tubuh anak kucing yang masih terlihat merah.Disamping itu, bentuk kepala kucing ini juga tidak normal, terlihat belum utuh. Begitu juga kedua matanya belum terlihat. Keanehan lainnya, di batok kepalanya ada bentuk bundar yang tidak berbulu. Melihat bagian kepala yang tidak normal inilah, sehingga terlihat bagian kepala kucing sangat mirip dengan monyet.Walau demikian, anak kucing berwajah monyet ini membuat keberuntungan sendiri bagi pemiliknya. Nenek yang sudah menjanda sejak sepuluh tahun silam ini, kini seperti kejatuhan durian runtuh.Cerita Suhendro, tetangga Mak Anah itu,kepada detikcom, paling tidak setiap hari dalam sepekan ini minimal ada 100 warga yang ingin menyaksikan anak kucing yang aneh itu. Warga terheran-heran melihat bentuk tubuh kucing ang tidak lazim seperti anak kucing lainnya.Biasanya, setelah masyarakat melihat anak kucing itu, mereka selalu memberikan rezeki sekedarnya buat Ma Inah. Walau Mak Inah sendiri tidak pernah meminta sumbangan pada masyarakat yang berduyun ke rumahnya. Mungkin karena melihat nenek ini juga orang miskin, warga menjadi iba. "Itu sebabnya, setelah melihat kucing itu, warga selalu menitipkan uang. Jumlahnya bervariasi tergantung keikhlasan mereka sendiri," kata Suhendro.Paling tidak dari hasil pemberian masyarakat itu, masih cerita Hendro, minimal Mak Inah dapat mengantongi uang minimal Rp75 ribu per harinya. Uang sumbangan masyarakat dikumpulkan dalam sebuah kaleng bekas kemasan roti yang terletak di ruangan keluarga. "Tapi ada juga masyarakat yang menyelipkan uang di talam, sebagai tempat jasad kucing yang sudah mati sejak sepekan lalu," ujar Suhendro.
(cha/mar)











































