Kaum Difabel Lebih Berdedikasi, ILO Harap Kans Kerja Diperluas
Senin, 14 Mei 2007 17:34 WIB
Jakarta - Penyandang cacat (difabel) tidak bisa dipandang sebelah mata. Komitmen dan dedikasi mereka justru dinilai lebih tinggi dari pada pekerja yang memiliki fisik sempurna. Pemerintah diminta memberi kesempatan lebih luas untuk para penyandang cacat.Hal itu disampaikan oleh Direktur International Labour Organization (ILO) Alan Boulton usai pemaparan laporan global ILO tentang kesetaraan di tempat kerja 2007 di Hotel Menara Peninsula, Jalan Letjen S Parman, Jakarta Barat, Senin (14/5/2007)."Ini dibuktikan pemerintah Inggris tahun 2006. Mereka berhasil membuat program yang membantu 25.000 penyandang cacat kembali ke pasar tenaga kerja," kata Alan.Program itu, lanjut Alan, menghabiskan dana 360 juta poundsterling. Program yang dinamai pathways to work itu mencakup wawancara yang difokuskan pada pekerjaan dan akses ke penasihat pribadi."Hasilnya, partisipasi angkatan kerja meningkat 29 persen," ujarnya.Karena itu, Alan berharap, Pemerintah Indonesia dapat berbuat lebih untuk para penyandang cacat. Perhatian tersebut dapat berupa kesempatan kerja yang lebih luas untuk mereka."Saya rekomendasikan pemerintah untuk memperbaiki kebijakannya dan yang paling penting mengubah pandangan para pemberi kerja agar tidak memberi stigma buruk kepada penyandang cacat," tandas Alan.
(ken/nrl)











































