Biayai Sekolah dan Beli HP, 2 Pelajar SMA Curi Motor
Senin, 14 Mei 2007 15:39 WIB
Yogyakarta - Dua pelajar SMA di Yogyakarta ditangkap polisi karena mencuri motor. Mereka mencuri sepeda motor dengan alasan untuk membayar biaya sekolah dan membeli handphone.Dua tersangka yang saat ini meringkuk di tahanan Polsek Depok Barat, Kabupaten Sleman adalah Candra Yusuf (17) warga Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Bantul dan Gilang Airlangga (17) warga Keparakan, Kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta. Keduanya ditangkap pada hari Sabtu (12/5/2007) ketika hendak menjual mesin dan rangka sepeda motor curian.Kapolsek Depok Barat AKP Prio Utomo kepada wartawan, Senin (14/5/2007) di Mapolsek Jl Laksda Adisucipto mengatakan kedua tersangka ditangkap petugas di kawasan Ambarrukmo Plaza saat meminta bantuan salah seorang temannya untuk menjualkan beberapa onderdil sepeda motor. Mereka mencuri sepeda motor Honda Tiger di sebuah arena Play Station (PS) di Klodran Bantul, sekitar 5 hari yang lalu.Setelah dicuri, motor itu dipreteli onderdilnya oleh kedua orang tersebut. Satu-persatu onderdil dijual ke beberapa tempat penjualan onderdil bekas di Yogyakarta. Namun ketika akan menjual mesin dan kerangka sepeda motor, mereka mengalami kesulitan.Candra kemudian menemui Ali Prihatin, warga Sorowajan, Banguntapan, Bantul untuk menjualkan beberapa onderdil dan rangka sepeda motor. Karena curiga, Ali kemudian melaporkan ke polisi. Petugas kemudian berencana menangkap dengan menyamar sebagai calon pembeli. "Mereka tertangkap bersama barang bukti pada hari Sabtu kemarin dan sudah mengakui perbuatannya," kata Prio.Kepada wartawan, Gilang mengaku mencuri karena diajak oleh Candra. Mereka mengaku mencuri motor itu untuk membayar uang SPP sekolah, karena sudah beberapa bulan uang dari orangtuanya tidak dibayarkan ke sekolah. Selain itu, mereka juga ingin membeli handphone terbaru seperti milik teman-temannya.Gilang juga mengaku mencuri sepeda motor ini yang pertama kali dengan menggunakan kunci T. Semua cara mencuri didapat dari membaca koran. "Kunci T didapat dari mengotak-atik sebuah kunci obeng," kata Gilang yang baru duduk di kelas 2 di sebuah SMA swasta itu.
(bgs/asy)











































