Tim Forensik Teliti Kebakaran Pasar Cik Puan
Senin, 14 Mei 2007 14:37 WIB
Pekanbaru - Tim Forensik dari Polda Sumatera Utara melakukan penelitian pasca terbakarnya Pasar Cik Puan Pekanbaru. Diperkirakan kerugian lebih dari Rp 12 miliar. Tim Forensik Polda Sumut, Senin (14/5/2007) dipimpin AKP U Siahaan bersama jajaran Poltabes Pekanbaru mulai melakukan penyelidikan dalam kasus kebakaran Pasar Cik Puan di Jl Tuanku Tambusai, Pekanbaru. Tim Forensik ini, memasang police line pada 30 kios di bagian belakang yang diduga sebagai awal penyebaran api. "Tim Forensik masih bekerja untuk mencari kepastian penyebab kebakaran pasar ini. Sehingga kita belum dapat memastikan penyebab kebakaran itu sendiri," kata Kapoltabes Pekanbaru, Kombes, Syafril Nursal kepada wartawan di lokasi kebakaran. Kapoltabes menyebut, peristiwa kebakaran pada Minggu (13/5/2007) sekitar pukul 00.00 WIB itu, telah menghanguskan 550 kios dan 267 los. Sehingga total lapak milik pedagang yang terbakar mencapai 817. Sedangkan kios yang tersisa tak lebih dari 4 kios."Dari musibah kebakaran ini, diperkirakan kerugian minimal Rp 12 miliar," terang Syafril. Diduga Sengaja Dibakar Musibah kebakaran yang terjadi di Pasar Cik Puan bukan untuk kali pertama. Pada tahun 2005 lalu, kebakaran hebat juga terjadi di pasar tradisional terbesar di Pekanbaru itu. Waktu itu sedikitnya 400 kios musnah terbakar. Kini kebakaran kembali melanda pasar yang berada di jantung kota itu. Sejumlah pegang yang ditemui detikcom menuding, ada unsur kesengajaan di balik peristiwa ini. Alasannya, Pemkot Pekanbaru sejak tiga tahun yang lalu sudah mengehembuskan kawasan itu akan dibangun pusat perbelanjaan termegah. Artinya pasar tradisional akan dibangun Mal, sebagaimana pasar tradisional lainnya yang ada di Pekanbaru. "Pasti pasar kami sengaja dibakar, karena akan dibangun Mal," kata Yusril Koto pemilik Toko Mas yang kiosnya turut musnah. Yusril menceritakan, bahwa api bermulai dari kios bagian belakang yang selama ini sebagai tempat berjualan sembako. Bagian belakang hanya berjarak 2 meter yang berbatasan langsung dengan rumah penduduk. Tapi anehnya, sebaran api bukan ke rumah penduduk yang terdekat, melainnya menyebar ke sejumlah kios hingga kebagian depan yang jaraknya dari titik api lebih dari 70 meter. "Begitu api menyela bagian belakang, 80 persen kios bagian depan tidak ada yang terbakar. Malah saya masih sempat mengeluarkan brankas emas saya. Tapi kok anehnya api menyebar kebagian depan, buka ke rumah penduduk," kata Yusril. Pedagang lainnya, Uni Wati grosir makanan riangan menyebut, tim pemadam kebakaran saat tiba di lokasi terkesan separoh hati untuk memadamkan api. Ini bisa dilihat, tim pemadam menurunkan tim seluruhnya setelah satu jam kebakaran. "Nah, sekarang boleh dikatakan seluruh kios terbakar. Jadi apa gunanya tim pemadam kebakaran ada di lapangan," kata Wati yang mengaku menelan kerugian minimal Rp 70 juta.
(cha/djo)











































