Akseptor Pria Minim Gara-gara Alat KB Tak Bervariasi
Senin, 14 Mei 2007 13:50 WIB
Pontianak - Sedikitnya pilihan alat kontrasepsi Keluarga Berencana (KB) membuat kaum Adam enggan menjadi akseptor alias pengguna kontrasepsi. Saat ini hanya kondom dan vasektomi saja yang jadi pilihan mereka. Untuk meningkatkan jumlah akseptor pria, pemerintah terus mengadakan penelitian dan berusaha agar pil dan suntik juga bisa digunakan oleh pria. Sayangnya, hal itu masih mendapat kendala."Sekarang sedang diteliti cuma belum memuaskan, coba suntikan dan pil tapi komplikasi masih tinggi. Komplikasinya paling parah tidak bisa 'berdiri'. Ibu-ibu kan khawatir kalau suaminya tidak bisa 'berdiri'," tutur Kepala BKKBN Sugiri Syarief pada pembukaan road show KB PKK di Kantor Gubernur Kalbar, Jalan Achmad Yani, Pontianak, Senin (14/5/2007).Mengenai suntikan dan pil, Sugiri mengaku saat ini sedang direview kembali manfaatnya. Tetapi pemerintah sudah mempertimbangkan salah satu tanaman di Papua yang bisa menurunkan tingkat vertilitas."Di Papua ada tumbuhan, namanya Gandarusa, itu digunakan suku Papua untuk menurunkan tingkat vertilitas," kata dia.Namun sejauh mana efektivitasnya masih sedang dikaji. Penelitian tentang Gandarusa saat ini baru tahap awal, yakni mengekstrak zat-zat yang mengandung dampak menurunkan vertilitas.
(umi/nrl)











































