Ribuan Orang dari Bangkalan Serbu Kantor DPW PPP Jatim

Ribuan Orang dari Bangkalan Serbu Kantor DPW PPP Jatim

- detikNews
Senin, 14 Mei 2007 11:45 WIB
Surabaya - Demonstrasi besar-besaran dilakukan oleh massa yang mengaku sebagai anggota PPP Bangkalan, Madura. Mereka menggeruduk kantor DPW PPP Jawa Timur (Jatim). Mereka mengecam DPW PPP Jatim yang telah membekukan DPC PPP Bangkalan. Hingga pukul 11.25 WIB, Senin (14/5/2007), aksi massa masih berlangsung. Mereka berdatangan ke kantor DPW PPP Jatim di Jl. Raya Kendangsari 36, Surabaya, dengan menumpang sekitar 40 kendaraan, baik truk, pikap, atau mobil pribadi langsung dari Bangkalan. Hadirnya massa PPP Bangkalan ini membuat aparat kepolisian langsung menjaga ketat kantor DPW PPP Jatim yang sedang direnovasi itu. Sekitar 1 kompi aparat polisi dari Polda Jatim dan Polres Surabaya Selatan disiagakan di depan kantor DPW PPP Jatim. Massa turun ke jalan untuk mempertanyakan pembekuan DPC PPP Bangkalan oleh DPW PPP Jatim. Menurut massa, pembekuan DPC PPP Bangkalan ini tanpa alasan yang jelas, tanpa musyawarah terlebih dulu. Padahal, kepengurusan DPC PPP Bangkalan baru terbentuk pada awal 2007. "Dikeluarkannya surat pembekuan DPC PPP Bangkalan pada 7 Mei 2007 lalu sama sekali tidak mencerminkan kebijakan partai. Pembekuan itu lebih didorong kepentingan pribadi daripada kepentingan partai," kata Fany Rosidi Aziz, Ketua DPC PPP Bangkalan saat melakukan orasi. Fany meminta mmeinta Syarif untuk mundur dari Ketua DPW PPP Jatim. "Syarif itu hanya punya program melakukan bongkar pasang, tidak punya program membesarkan PPP. Syarif harus turun, syarif tidak becus. Kalau DPC Bangkalan dibekukan, DPW PPP Jatim juga harus dibekukan," tegas dia. Fany tidak mau menerima surat pembekuan oleh DPW PPP Jatim. "Karena itu saya mendesak PPP Jatim untuk mencabut SK pembekuan DPC PPP Bangkalan. Seharusnya yang berwenang membekukan DPC adalah DPP atas rekomendasi DPW. Tapi saat ini DPW yang melakukan pembekuan. Saya tidak terima," ujar dia. Massa berniat masuk ke kantor DPW PPP itu. Namun, langkah mereka terhenti oleh penjagaan polisi. Massa masih terus melakukan negosiasi agar bisa bertemu pengurus DPW PPP Jatim. (asy/nrl)


Berita Terkait