Biofuel Malah Merusak Lingkungan
Senin, 14 Mei 2007 06:31 WIB
London - Biofuel diharapkan akan menekan dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkan pemakaian bahan bakar fosil. Ternyata, menurut pakar lingkungan di Inggris, biofuel malah memicu kerusakan lingkungan yang hebat.Itulah hasil studi yang dilakukan oleh Co-op Insurance Society, seperti dikutip dari BBC, Senin (14/5/2007). Menurutnya lembaga ini, biofuel dapat memicu terjadinya kenaikan harga bahan makanan serta gundulnya hutan-hutan di seluruh dunia."Target jangka pendek terhadap biofuel ini akan menghasilkan efek yang sangat radikal terhadap pertanian. Ini dapat memberikan dampak yang besar terhadap bahan makanan yang dihasilkan dari pertanian secara umum," ungkap Penasehat Senior Pemerintah Inggris, Prof Dieter Helm.Sekitar 9 persen lahan pertanian di dunia akan diganti dengan tanaman bahan biofuel. Ini artinya, produksi biofuel dapat mengurangi produksi makanan di banyak negara akibat lahannya dipakai untuk produksi biofuel.Kurangnya produksi makanan inilah yang nantinya akan mengakibatkan kenaikan harga pangan dunia, serta menyebabkan banyaknya hutan yang gundul. Hutan ini dibuka untuk memproduksi biofuel dengan cara membakar tumbuh-tumbuhan dan menggantinya dengan tanaman sumber biofuel.Padahal sebelumnya, PBB mengumumkan bahwa biofuel sangat efektif untuk sumber tenaga transportasi. PBB juga melihat biofuel sebagai solusi untuk meredakan perubahan cuaca yang terjadi akibat emisi gas dari efek rumah kaca.Itu artinya penggunaan biofuel seperti memakan buah simalakama. Walah.
(anw/aba)











































